IDXINDUST

 0.06%

IDXINFRA

 0.02%

IDXCYCLIC

 0.58%

MNC36

 0.36%

IDXSMC-LIQ

 0.70%

IDXHEALTH

 0.88%

IDXTRANS

 0.44%

IDXENERGY

 0.55%

IDXMESBUMN

 0.37%

IDXQ30

 0.23%

IDXFINANCE

 -0.26%

I-GRADE

 0.40%

INFOBANK15

 0.49%

COMPOSITE

 -0.16%

IDXTECHNO

 -2.21%

IDXV30

 0.63%

ESGQKEHATI

 0.06%

IDXNONCYC

 -0.21%

Investor33

 0.22%

IDXSMC-COM

 0.13%

IDXBASIC

 0.04%

IDXESGL

 0.05%

DBX

 -0.34%

IDX30

 -0.15%

IDXG30

 0.16%

ESGSKEHATI

 0.05%

IDXSHAGROW

 0.57%

KOMPAS100

 -0.15%

PEFINDO25

 -0.01%

BISNIS-27

 0.21%

ISSI

 0.08%

MBX

 0.06%

IDXPROPERT

 0.11%

LQ45

 -0.15%

IDXBUMN20

 0.60%

IDXHIDIV20

 0.46%

JII

 0.15%

IDX80

 -0.15%

JII70

 0.19%

SRI-KEHATI

 0.23%

IDXLQ45LCL

 -0.19%

SMinfra18

 0.58%

KB Bukopin
Sinerco

Aksi Berlanjut, Akulaku Kembali Borong 3,25 Juta Saham Bank Neo (BBYB)

14/03/2022, 07:15 WIB

Aksi Berlanjut, Akulaku Kembali Borong 3,25 Juta Saham Bank Neo (BBYB)

EmitenNews.com - PT Akulaku Silvrr Indonesia terus memperbesar porsi kepemilikan saham Bank Neo Commerce (BBYB). Periode 21-22 Februari 2022, dan 10 Maret 2022, Akulaku Silvrr menyerok 3.250.000 atau 3,25 juta lembar. Sayangnya, transaksi tersebut tidak disertai angka pembelian.


Pembelian dilakukan Akulaku Silvrr pada 21 Februari 2022 sebanyak 550 ribu lembar, lalu pada 22 Februari 2022 mengakumulasi 600 ribu lembar, dan pada 10 Maret 2022 menyapu bersih 2,1 juta lembar.


Menyusul transaksi itu, Akulaku Silvrr kini menguasai saham Bank Neo 2.384.224.554 atau 2,38 miliar lembar atau 25,31 persen. Bertambah 0,04 persen dari sebelumnya 2.380.424.554 alias 2,38 miliar lembar setara 25,27 persen.  


Sebelumnya, Akulaku Silvrr menyerok 3.002.000 atau 3 juta lembar. Transaksi saham setara 0,04 persen itu, dilakukan edisi 16,17, dan 18 Februari 2022. Menyusul transaksi itu, koleksi saham Akulaku Silvrr makin menggemuk. Akulaku mengempit 2,37 miliar saham Bank Neo setara 25,27 persen. Bertambah dari periode 16 Februari 2022 dengan akumulasi 2,37 miliar lembar alias 25,23 persen.


Sayangnya, aksi beli Akulaku Silvrr atas saham Bank Neo tersebut tidak dilengkapi dengan data harga pelaksanaan. Namun, merujuk harga saham Bank Neo per Selasa, (22/2) di kisaran Rp2.440, Akulaku setidaknya merogoh kocek Rp7,32 miliar untuk menebus 3 juta lembar.   


Sebelumnya, Akulaku dalam tempo empat hari perdagangan bursa, memborong 3.550.000 atau 3,55 juta lembar. Akumulasi beli Akulaku terhadap saham Bank Neo terjadi periode 10-15 Februari 2022. Sayangnya, aksi sapu bersih saham tersebut tidak disertai dengan harga pembelian per lembar saham.


Pada 15 Februari 2022, Akulaku memborong 450 ribu lembar. Lalu, pada 14 Februari 2022 menyerok 900 ribu lembar, lanjut 11 Februari 2022 membeli 1,2 juta lembar, dan 10 Februari 2022 membungkus satu juta lembar. 


Menyusul transaksi itu, dominasi kepemilikan saham Akulaku makin tidak terkejar. Kini, Akulaku memangku 2,374 miliar lembar atau 25,23 persen. Bertambah dari periode 10 Februari 2022 sebanyak 2,373 miliar lembar atau 25,20 persen. 


Per 25 Februari 2022, selain Akulaku Silvrr, pemegang saham bank Neo meliputi PT gozco Capital 1,39 miliar lembar alias 14,81 persen, Yellow Brick 487,21 juta lembar atau 5,17 persen, Fockcore Financial 576,75 juta lembar atau 6,12 persen, dan masyarakat 4,58 miliar lembar setara 48,62 persen. (*)



Author: J S