Aksi Jual Belum Reda, IHSG Kembali Tertekan
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu kembali ditutup menguat. Itu seiring penurunan imbal hasil obligasi pemerintah di tengah harapan akan segera tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Optimisme itu muncul setelah ada laporan dari kantor berita Reuters tim dari Qatar telah berkoordinasi dengan AS terbang menuju Teheran.
Tim Qatar tersebut disebut-sebut untuk mengamankan kesepakatan mengakhiri konflik di Timur Tengah. Sejalan dengan perkembangan itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun hampir 3 basis poin ke level 4,56 persen, dan tenor 30 tahun terkoreksi lebih dari 4 basis poin ke level 5,06 persen.
Penguatan indeks bursa Wall Street seiring harapan segera tercapai kesepakatan damai antara AS dan Iran, diikuti lonjakan beberapa komoditas diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Bantahan atas isu pelaksanaan Badan Ekspor Tunggal ditunda menjadi awal tahun, melemahnya nilai tukar rupiah, dan aksi jual masif investor asing akan menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Oleh sebab itu, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah. Sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 25 Mei 2026, IHSG akan bergerak di kisaran support 6.060-5.960, dan resistance 6.265-6.365. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan saham EXCL, MYOR, HRTA, CPIN, MAPI, dan TINS. (*)
Related News
Gerak IHSG Jelang Rebalancing Duo Indeks Global MSCI & FTSE
Tantangan Baru Manajemen dan Auditor di Tengah Dinamika Geopolitik
IHSG Anjlok 1,48 Persen ke 6.405, DSSA Menguat dan Rajai Transaksi
IHSG Sesi I Volatil Sambut Unjuk Rasa 27 Agustus, TMPO Nyaris ARA!
6 Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Cek Dampak ke Emiten
Dibuka Merah, IHSG Ambruk 1,2 Persen Sentuh 6.422 Ditekan Sentimen Ini





