Gerak IHSG Jelang Rebalancing Duo Indeks Global MSCI & FTSE
:
0
Seseorang melintas di depan monitor yang menampilkan gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto: EmitenNews/Wafi
EmitenNews.com - Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak dalam tren bullish, kendati terdapat potensi sideways dalam jangka pendek. Di samping itu, pelaku pasar juga masih menanti keputusan final dari rebalancing penyedia indeks global, yakni MSCI dan FTSE.
Faris juga menyebutkan bahwa IHSG berpotensi menguji area 6.400-6.450, dan level resistance terdekat berada di 6.600.
Ia juga menilai, secar tren, IHSG masih dalam kondisi bullish, meski memang, pergerakannya cenderung terbatas hingga proses rebalancing kedua penyedia indeks global rampung.
“Tren bullish, mungkin paling tidak market kita cenderung sideways, tidak ke mana-mana, sampai rebalancing MSCI, FTSE beres,” ujarnya dalam Ticker Talk IDX, Rabu (26/8).
Berkaitan dengan dampak dari rebalancing FTSE, Faris menilai bahwa dampaknya lebih terbatas dibandingkan MSCI. Menurutnya, dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) yang menjadi acuan FTSE dinilai tidak sebesar MSCI.
“Dari segi FTSE, dana kelolaan tidak sebesar MSCI, AUM sepertiga MSCI. Sehingga kalau banyak yang ditendang, ada selling pressure, tapi tidak terlalu signifikan,” katanya.
Sementara itu, MSCI dijadwalkan mulai rebalancing indeks pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 atau awal perdagangan 1 September 2026. Sedangkan FTSE dijadwalkan berlaku efektif pada 21 September 2026.
Terpisah, Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta menilai bahwa terdapat sentimen negatif dalam jangka pendek imbas rebalancing indeks penyedia indeks global. Kendati begitu, dalam jangka menengah hingga panjang, justru menjadi katalis struktural bagi kredibilitas pasar modal Indonesia.
“Dengan kata lain, pasar sedang membayar short-term cost untuk memperoleh long-term market quality,” ujar Nafan, Rabu (19/8).
Sementara itu, Equity Analyst Indo Premier Sekuritas, Imam Gunadi memperkirakan selama pekan ini, IHSG bergerak di area resistance 6.705 hingga 6.881 dan support di 6.453 hingga 6.313.
Related News
Tantangan Baru Manajemen dan Auditor di Tengah Dinamika Geopolitik
IHSG Anjlok 1,48 Persen ke 6.405, DSSA Menguat dan Rajai Transaksi
IHSG Sesi I Volatil Sambut Unjuk Rasa 27 Agustus, TMPO Nyaris ARA!
6 Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Cek Dampak ke Emiten
Dibuka Merah, IHSG Ambruk 1,2 Persen Sentuh 6.422 Ditekan Sentimen Ini
IHSG Cenderung Koreksi, Perhatikan Saham-saham Berikut





