Aksi Jual Mendera, IHSG Orbit Zona Merah
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi mayoritas menguat. Kondisi itu, mengantarkan Nasdaq ke level tertinggi sepanjang sejarah. Harapan akan ada lanjutan perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik militer di Timur Tengah masih menjadi sentimen positif utama pendorong kenaikan mayoritas indeks.
Menurut laporan MS NOW, menteri luar negeri Iran Abbas Araghchi akan tiba di Islamabad pada Jumat malam dengan agenda berdiskusi dengan mediator dari Pakistan untuk menjajaki kemungkinan perundingan lanjutan dengan AS. Perkembangan positif itu, tidak lepas dari perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon selama tiga pekan.
Seiring perkembangan cukup positif tersebut harga minyak mentah jenis WTI pada perdagangan akhir pekan lalu tercatat terkoreksi 1,51 persen menjadi USD94 per barel. Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, dan lonjakan harga bebrapa komoditas diprediksi menjadi sentimen positif pasar.
Sementara itu, aksi jual masif investor asing, dan lanjutan pelemahan nilai tukar rupiah berpeluang menjadi katalis negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, IHSG diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.005-6.880, dan resistance 7.255-7.380.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menjagokan sejumlah saham potensial berikut. Yaitu, Aneka Tambang (ANTM), J Resources Asia (PSAB), Archi Indonesia (ARCI), Erajaya Swasembada (ERAA), Alamtri Minerals (ADMR), dan BFI Finance (BFIN). (*)
Related News
Sambut Awal Pekan! IHSG Ngebut Naik 1,39 Persen di 7.228
Rupiah Tersungkur, IHSG Drop 6,61 Persen Sepekan, Apa Selanjutnya?
Outlook Utang Negatif, IHSG Terjun Lintasi 7.000
IHSG Anjlok ke 7.129, Waspadai Lanjutan Koreksi
Penurunan IHSG Sepanjang 2026 Terburuk Se-ASEAN, Asia Pasifik, & Dunia
OJK Perpanjang Tenggat Pelaporan SLIK Asuransi Hingga 2027





