EmitenNews.com - Indeks-indeks saham Wall Street kemarin melanjutkan penguatan. Itu seiring penguatan optimisme pelaku pasar gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran bisa dipermanenkan. Indeks S&P 500 naik 0,62 persen, Nasdaq Composite menguat 0,83 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,58 persen.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik lebih dari 3 persen menjadi USD97,87 per barel. Sementara itu, harga minyak Brent menguat lebih dari 1 persen menjadi USD95,92 per barel. Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan, kesiapan negaranya untuk membuka negosiasi langsung dengan Lebanon. 

Selain itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menilai, serangan Israel ke Lebanon melanggar kesepakatan gencatan senjata. Di sisi saham, Meta Platforms naik 2,6 persen setelah meluncurkan model kecerdasan buatan (AI) terbaru. Saham Walmart, dan utilitas American Electric Power turut menguat. 

Bursa Asia bervariasi dengan mayoritas melemah pada perdagangan Kamis, 9 April 2026. Indeks Nikkei 225 Jepang susut 0,73 persen. Sementara itu, indeks Hang Seng turun 0,54 persen, indeks Taiex Taiwan menguat 0,29 persen, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 1,61 persen, dan indeks ASX 200 Australia melejit 0,24 persen. 

Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 0,38 persen dan FTSE Malay KLCI terkoreksi 0,59 persen. Keberagaman itu, setelah Ketua Parlemen Iran menuduh AS melanggar ketentuan perjanjian gencatan senjata dua minggu. Di sisi lain, Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu, 8 April 2026, mengancam gencatan senjata yang baru disepakati dengan AS. 

Penutupan itu, terjadi sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon. Situasi itu, membuat jalur strategis pengiriman minyak dunia kembali macet, dan memicu ketegangan baru kawasan. Otoritas Iran belum memberi pernyataan resmi penutupan kembali Selat Hormuz. Gedung Putih menuntut selat dibuka dan menegaskan ingin menjaga jalannya pembicaraan damai tetap sesuai rencana.

Di sisi lain, kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG)  ditutup naik 0,39 persen menjadi 7.307, tapi disertai dengan net sell asing Rp1,77 triliun. Saham paling banyak dijual asing yaitu Bank BCA (BBCA), Bank BRI (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), Bumi Resources (BUMI), dan Barito Pacific (BRPT). 

Oleh sebab itu, indeks berpotensi menjalani koreksi. Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 10 April 2026, indeks akan menjelajahi area support 7.250-7.300, dan posisi resistance di level 7.330-7.400. Menilik data itu, BNI Sekuritas menyarankan investor mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. 

Yaitu, Bumi Resources (BUMI) buy on weakness Rp236-242, dengan target Rp248-252, dan cutloss  bawah Rp236. Charoen Pokphand (CPIN) speculative buy Rp4.370-4.400 dengan target Rp4.450-4.500, dan stop loss Rp4.300. Indika (INDY) spec buy Rp3.630-3.650, dengan proyeksi Rp3.700-3.780, dan stop loss di bawah Rp3.600.

Essa Industries (ESSA) spec buy R720-730 dengan target Rp740-755, dan stop loss di bawah Rp710. Rukun Raharja (RAJA) speculative buy dengan area beli Rp4.210-4.240 dengan proyeksi Rp4.280-4.340, dan stop loss Rp4200. Dan, Merdeka (MDKA) speculative buy Rp3.200-3.230 dengan target Rp3.300-3.350, dan stop loss Rp3.180. (*)