Aksi Jual Tekan IHSG, Hari Ini (4/6) Uji Area 5.814
:
0
Penampakan Monitor Perdagangan IHSG yang kian ambruk menuju 5 persen penurunan. Foto: EmitenNews/Aji.
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berhasil menembus area support yang diperkirakan di kisaran 6.000. Alhasil, pada penutupan perdagangan Rabu (3/6) indeks ditutup anjlok 4,11 persen ke 5.941,066.
Pelemahan indeks disertai dengan meningkatnya tekanan jual di pasar. Berdasarkan pantauan melalui RTI Business net foreign sell tercatat mencapai Rp864,07 miliar. Secara keseluruhan, terjadi lebih dari 2,7 juta kali transaksi disertai 40 miliar lembar saham yang berpindah dengan nilai transaksi mencapai Rp25,2 triliun.
Sepanjang perdagangan IHSG didominasi berada di zona merah, kendati dibuka pada area hijau di level 6.207,102. Hanya 69 saham yang tercatat menguat, 54 saham stagnan, dan 692 lainnya ditutup di zona merah.
Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menyebut pergerakan IHSG masih berada di fase downtrend dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah.
Menurutnya, posisi pergerakan IHSG saat ini masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.
“Cermati area koreksi berikutnya di 5.755-5.814, untuk area penguatan terdekat berada di 5,958-5.984,” ujar Herditya, Kamis (4/6/2026).
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji Gusta juga mengatakan IHSG tengah memasuki kondisi tekanan jual yang esktrem. Hal itu disebabkan aksi jual oleh investor asing yang masih berlanjut.
“Aksi jual investor asing masih berlanjut, di mana kemarin telah mencatatkan net sell sekitar Rp864 miliar, menambah akumulasi tekanan pada berbagai saham berkapitalisasi besar,” ujar Nafan.
Di sisi lain, sentimen pasar juga merespons dari perilisan peringkat Baa2 (investment grade) dari Moody's terhadap Danantara Investment Management (DIM) disertai outlook negatif.
“Probabilitas penurunan rating dalam horizon ke depan meningkat bila faktor risiko tidak membaik, tentunya langsung direspons negatif oleh para pelaku pasar, sehingga memicu aksi jual masif yang membuat IHSG turun signifikan,” tuturnya.
Related News
IHSG Makin Tersudut, Harga Minyak Melambung
Kemenperin Sodorkan Data, Peluang Besar Bagi Emiten Pengolah Susu
Importir Tiongkok Tahan Diri, Stok Meluber, Sektor Batu Bara Terancam
Pasar Modal Indonesia Runtuh! Tergerus Ketidak Percayaan
Penghargaan dari LSEG Jadi Refleksi Perjalanan 20 Tahun Henan Asset
CFX Gelar Crypto Conference 2026 Pada 8 Juni di Jakarta





