Akuisisi, Emiten Raffi-Nagita (VISI) Private Placement 307 Juta Helai
:
0
Raffi-Nagita. FOTO - Dok RUNS
EmitenNews.com - Satu Visi Putra alias Savitra (VISI) merantcang private placement 307,5 juta lembar. Penerbitan saham baru tersebut setara dengan 10 persen dari seluruh modal disetor dan ditempatkan. Pengeluaran saham anyar tersebut dibalut dengan nilai nominal Rp25.
Tindakan tersebut akan dilakukan dalam tempo 2 tahun sejak rapat umum pemegang saham independen. Di mana, rapat independen akan dilakukan pada Rabu, 30 September 2026 pukul 09.00-12.00 WIB di Function Hall, Gedung Artha Graha Lantai LG, Jalan Jenderal Sudirman Kav 52-53, Jakarta.
Hajatan itu, dipentaskan untuk mengembangkan usaha sebagai satu perusahaan induk yang akan mengonsolidasikan seluruh kegiatan usaha kelompok usaha suatu perusahaan bergerak sektor kesehatan (healthcare). Selain itu, juga untuk memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan perseroan termasuk masyarakat, dan juga untuk melaksanakan kegiatan usaha dan/atau entitas anak.
Seluruh dana hasil private placement, setelah dikurangi biaya-biaya untuk memperkuat struktur permodalan guna mendukung kegiatan usaha, pengembangan usaha/bisnis perseroan dan/atau entitas anak perseroan, meningkatkan posisi keuangan dan/atau entitas anak yang dapat menguntungkan seluruh pemegang saham termasuk masyarakat.
Salah satunya dalam bentuk penyertaan saham dalam suatu perusahaan bergerak bidang usaha sektor kesehatan (healthcare). Tepatnya, akuisisi 65 persen setara 142.393 saham Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC). Itu berdasar perjanjian pemesanan saham bersyarat alias conditional share subscription agreement (CSSA) pada 20 Agustus 2026.
Lalu, perjanjian penjualan, dan pembelian saham bersyarat atau Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA) antara Hasna Medika Utama Grou dengan perseroan, sehubungan dengan rencana penjualan 17.325 saham HMBC kepada perseroan, mewakili 7,91 persen dari modal ditempatkan, dan disetor HMBC setelah penerbitan saham baru.
Berdasar CSSA dan CSPA, nilai transaksi akuisisi HMBC sebesar Rp286 miliar. Nah, sebagai bagian dari kesepakatan diatur dalam CSPA, penyelesaian transaksi saham sebagai realisasi rencana pengambilalihan oleh perseroan, akan diikuti perubahan terhadap kegiatan usaha, pengalihan aset, usaha, dan akuisisi saham oleh perseroan, akan dilakukan dengan cara: perubahan kegiatan usaha perseroan dengan mengacu pada POJK 17/2020.
Kemudian, transaksi penyertaan saham pada HMBC oleh perseroan menyebabkan pengambilalihan sebesar 72,91 persen kepemilikan saham dalam HMBC berdasar ketentuan dalam CSPA, dan CSSA. Saat bersamaan dengan pelaksanaan rencana pengambilalihan, HMBC juga akan melaksanakan konversi utang. Yaitu restrukturisasi dan konversi atas utang HMBC kepada Pieter Tanuri, Roy Himawan, dan Darwin Cyril Noerhadi senilai total Rp33,45 miliar.
Rinciannya, konversi utang HMBC kepada Pieter Tanuri Rp24,4 miliar, Roy Himawan Rp647 juta, dan Darwin Cyril Noerhadi Rp8,4 miliar. Konversi utang dilakukan dengan cara mengonversi seluruh nilai utang yang dikonversi yang dimaksud menjadi 18.692 saham baru HMBC yang akan diterbitkan kepada Pieter Tanuri, Roy Himawan, dan Darwin Cyril Noerhadi secara proporsional dengan nilai piutang, sebagai bagian dari peningkatan modal ditempatkan dan modal disetor HMBC, sehingga turut memengaruhi struktur permodalan, dan susunan pemegang saham HMBC.
Rencana perubahan kegiatan usaha dilakukan sehubungan dengan akuisisi HMBC. Emiten Raffi-Nagita itu, akan menyelaraskan kegiatan usaha dengan strategi bisnis HMBC. Di mana, perseroan akan beroperasi secara eksklusif sebagai perusahaan holding, sedang kegiatan usaha operasional akan dilakukan melalui anak usaha.
Related News
Intip Kinerja Elnusa (ELSA) di Semester I 2026, Positif?
SWAP UGM Beber Risiko dan Proyeksi Usaha Ke Depan, Bagaimana?
Ini Lini Bisnis Perusahaan IT yang Dilepas EMTK dan Dibeli Yuslinda
KPR Atraktif, BTN Labeli TOD Manggarai Bunga 6 Persen hingga Lunas
BEEF Jelaskan Lonjakan Harga Sahamnya Hingga Disuspensi BEI
Emtek (EMTK) Lepas Saham, Kendali atas ACA Kini di Yuslinda Nasution





