Alami Tekanan Keuangan, Adhi Karya (ADHI) Sulit Bayar Bunga Obligasi
:
0
Ilustrasi PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI). Dok. Adhikarya.
EmitenNews.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) berpotensi menunda Pembayaran bunga Obligasi berkelanjutan III Tahap III Tahun 2022 Seri B dan C sebesar Rp60,8 miliar. Surat utang tersebut jatuh tempo pada 24 Agustus 2026. BUMN karya itu mengalami kesulitan keuangan sehingga sulit membayar kewajiban kepada kreditur.
Dalam keterangannya Jumat (21/8/2026), Direktur utama ADHI, Moeharmein Zein Chaniago menuturkan bahwa Perseroan menghadapi tekanan keuangan yang bersifat struktural dan saling berkaitan. Hal itu berdampak pada kinerja konsolidasi, dan posisi likuiditas serta solvabilitas induk termasuk kemampuan bayar kepada kreditur.
Kondisi tersebut menyebabkan keterbatasan ketersediaan dana Perseroan untuk memenuhi kewajiban pembayaran bunga obligasi pada tanggal jatuh tempo. Perseroan terus melakukan langkah-langkah penyehatan kondisi usaha dan keuangan, termasuk melalui penyusunan program transformasi bisnis secara komprehensif, dengan tetap memperhatikan keberlangsungan operasional usaha dan pemenuhan kewajiban Perseroan secara berkelanjutan.
Untuk penyelesaian kewajiban kepada para Pemegang Obligasi, Perseroan telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) pada 6 Agustus 2026. Perseroan mengusulkan Perubahan dan/atau Penundaan Jadwal Pembayaran Bunga ke-17, 18, dan 19 Obligasi Berkelanjutan Ill Adhi Karya Tahap Ill Tahun 2022.
Sayangnya, atas usulan tersebut, Rapat belum mencapai kuorum persetujuan sehingga Rapat belum dapat mengambil keputusan.
Untuk itu, Perseroan akan berkoordinasi dengan Wali Amanat untuk menempuh langkah-langkah penyelesaian sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Akta Perjanjian Perwaliamanatan Obligasi Berkelanjutan.
Termasuk melakukan upaya penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) guna memperoleh keputusan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Perseroan juga berkomitmen untuk memenuhi seluruh kewajiban kepada para pemegang obligasi sesuai ketentuan yang berlaku. ***
Related News
FTSE Tendang Sejumlah Emiten Lo Kheng Hong dari Micro Cap
Dirut ITSEC Asia (CYBR) Kembali Tambah Porsi Saham, Ini Tujuannya
FTSE Russel Depak 29 Saham & Turunkan 10 Saham Indonesia dari Indeks
Emiten Grup Sinar Mas (BSDE) Turun Kasta dari Mid Cap FTSE Russell
Pasrah, ADHI Sampaikan Potensi Tunda Bayar Bunga Obligasi Lagi
Satu Anggota Direksi Mundur, INCO Siap Gelar RUPS





