Alih Kendali Internal, FAPA Pindah Tangankan Saham Senilai Rp18,77T!
Potret ladang sawit emiten FAPA. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Perpindahan saham dalam jumlah raksasa mengiringi perubahan pengendali PT FAP Agri Tbk. (FAPA), dengan nilai transaksi negosiasi menembus kisaran Rp18,77 triliun dalam satu sesi perdagangan pada Kamis (26/3/2026).
Mengacu keterbukaan informasi FAPA pada Jumat (27/3), pengambilalihan dilakukan oleh PT Prinsep Indo HLD atas 2.878.633.330 saham atau setara 79,31 persen dari modal ditempatkan dan disetor, yang sebelumnya dimiliki Prinsep Management Ltd. Transaksi ini sekaligus menggeser posisi pengendali di level entitas hukum.
Namun demikian, Direktur sekaligus Corporate Secretary, Henryzal M. Panjaitan, menegaskan perubahan tersebut bersifat administratif dalam struktur grup. Ultimate Beneficial Owner (UBO) tidak mengalami perubahan, mengingat PT Prinsep Indo HLD merupakan entitas anak dari Prinsep Management Ltd yang berbasis di Indonesia.
Sejalan dengan aksi korporasi tersebut, pasar mencatat transaksi jumbo di pasar negosiasi pada Kamis (26/3). Sebanyak 2,87 miliar saham berpindah tangan di harga Rp6.500 per saham dengan nilai sekitar Rp18,71 triliun, disusul transaksi tambahan 8,4 juta saham di harga Rp6.550 senilai Rp55,02 miliar.
Menariknya, seluruh transaksi berlangsung sedikit di bawah harga pasar reguler bergerak di kisaran Rp6.600 hingga Rp6.725. Meski terjadi perpindahan saham dalam skala besar, harga saham FAPA di pasar reguler justru tidak banyak bereaksi, dan ditutup stagnan di level Rp6.600 pada hari kemarin Kamis (26/3).
Henryzal menjelaskan bahwa perubahan ini tidak berdampak terhadap operasional, aspek hukum, maupun kondisi keuangan perseroan. "Tidak ada dampak kejadian terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan, selain perubahan pemegang saham tersebut," tulis Henryzal. (*)
Related News
Resmi Merger, MORA Kini Bernaung di Grup Sinarmas!
Aset Melesat 6 Kali Lipat, CBRE Kebut Right Issue
Anjlok 93 Persen dari ATH, BEI Bekukan Saham MLPT
Berbalik Defisit, Rugi Grup Djarum (RANC) Bengkak 293,86 Persen
Izin Pemodal, JGLE Akselerasi Right Issue Rp414 Miliar
Ramah Lingkungan, BNI Hemat Energi 559 Ribu Giga Joule Sepanjang 2025





