Aliri Listrik Seluruh Desa, Menteri Bahlil Anggarkan Rp63 Triliun
:
0
Petugas PT PLN membangun infrastruktur untuk listrik di perdesaan. Dok. PT PLN.
EmitenNews.com - Pemerintah Presiden Prabowo Subianto jelas: semua desa Indonesia harus teraliri listrik. Untuk itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebutkan anggaran yang dibutuhkan untuk program akses listrik seluruh wilayah Indonesia kurang lebih sebesar Rp63 triliun. Pembiayaannya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam keterangannya yang dikutip Kamis (30/10/2025), Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Penyelesaian Isu Strategis Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral M. Pradana Indrasaputra mengungkapkan pada tahun 2029 semua wilayah di Indonesia akan mendapatkan akses listrik. Tidak terkecuali wilayah 3T (terdepan, terpencil, terluar).
"Biayanya lumayan. Itu kurang lebih Rp63 triliun. Kami sudah perhitungkan, itu lebih ke 1,2 juta pelanggan," katanya dalam acara Road to Hari Tambang 2025 CNBC Indonesia, Rabu (29/10/2025).
Kementerian ESDM akan memfokuskan anggaran sebanyak itu, untuk memperluas jaringan listrik, membangun infrastruktur pendukung, serta membantu masyarakat di wilayah terpencil mendapatkan sambungan listrik baru. Sejauh ini, masih ada ribuan wilayah yang belum menikmati listrik.
Program listrik yang akan dibiayai menggunakan dana APBN itu, ditargetkan rampung dalam empat tahun mendatang.
"Kurang lebih 10 ribu, terdiri atas 5 ribuan desa, 5 ribuan dusun yang belum terlistriki di seluruh Indonesia," katanya.
Saat ini pemerintah fokus dalam pemerataan akses listrik dalam program lima tahun mendatang.
Pertama, salah satu yang pemerintah utamakan dalam 5 tahun ke depan itu adalah Lisdes (Listrik Desa) sama BPBL namanya. Jadi Listrik Desa dan Bantu Pasang Listrik Baru.
Pada akhir Juni 2025, Presiden Prabowo didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah meresmikan 55 pembangkit listrik energi terbarukan, yang terdiri atas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pembangkit yang diresmikan tersebut, tersebar di 15 provinsi dengan total kapasitas mencapai 379,7 Megawatt.
Data yang ada menyebutkan, hingga pertengahan 2025, tahap konstruksi dan commissioning untuk proyek-proyek PLTS perdesaan telah berjalan dan sambungan perdana telah dinikmati oleh ribuan rumah tangga.
Related News
MSIG Indonesia dan Ancileo Dukung Kemitraan Teknologi Regional
BNI Sekuritas Dukung Transformasi Pembelajaran Berbasis Teknologi
Kemarau Belum Datang Udara Panas Bukan Main, Ingat Saran BMKG
Komisi Reformasi Serahkan Laporan, Soal Kapolri Ini Putusan Presiden
Potongan Dipangkas, Grab Pertimbangkan Ubah Model Bisnisnya
BFIN Beber Kronologi Upaya Penarikan Mobil Konsumen





