EmitenNews.com - PP Properti (PPRO) per 31 Maret 2024 menyemai rugi Rp207,49 miliar. Longsor 10.740 persen dari periode sama tahun lalu dengan torehan laba bersih Rp1,95 miliar. Alhasil, rugi per saham dasar menjadi Rp3,52, bengkak dari sebelumnya surplus Rp0,03. 

Performa negatif itu selaras dengan pendapatan usaha Rp95,66 miliar, mengalami koreksi 56 persen dari periode sama tahun lalu Rp219,25 miliar. Beban pokok penjualan Rp81,38 miliar, susut dari Rp179,92 miliar. Laba kotor tercatat Rp14,27 miliar, mengalami penyusutan dari posisi sama tahun lalu Rp39,32 miliar. 

Beban usaha Rp14,73 miliar, naik tipis dari episode sama tahun lalu Rp13,96 miliar. Beban keuangan Rp232,12 miliar, bengkak 1007 persen dari Rp20,95 miliar. Beban cadangan kerugian penurunan nilai Rp1,98 miliar, bengkak dari Rp1,37 juta. Penghasilan lain-lain Rp25,33 miliar, melesat 3277 persen dari sebelumnya Rp75,02 juta. 

Bagian laba entitas asosiasi dan ventura bersama Rp2,27 miliar, mengalami koreksi dari edisi sama tahun lalu Rp3,36 miliar. Beban pajak penghasilan final Rp2,03 miliar, susut dari Rp5,43 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp208,99 miliar, bengkak 8807 persen dari surplus Rp2,40 miliar. Pajak penghasilan Rp371,27 juta, susut dari Rp790,31 juta.

Laba bersih tahun berjalan Rp209,36 miliar, bengkak 13.103 persen dari surplus Rp1,61 miliar. Total ekuitas Rp3,07 triliun, turun dari akhir tahun lalu Rp3,28 triliun. Jumlah liabilitas Rp16,12 triliun, susut dari akhir 2023 senilai Rp16,40 triliun. Total aset Rp19,20 triliun, terpangkas dari akhir tahun sebelumnya Rp19,69 triliun. (*)