Kinerja IOTF Solid, EBITDA Meningkat Dua Kali Lipat
Pengurus Sumber Makmur pada suatu kesempatan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Sumber Sinergi Makmur (IOTF) optimistis tetap mencetak kinerja keuangan solid di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi. IOTF membukukan pertumbuhan pendapatan serta menggandakan Earning Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization (EBITDA) pada 2025.
Chief Executive Officer Sumber Sinergi Makmur, Alamsyah, memberikan gambaran pada 2025, IOTF mencatatkan ekspansi EBITDA lebih dari 100 persen, dan membukukan pertumbuhan pendapatan 5 persen secara tahunan. Lonjakan EBITDA jauh melampaui pertumbuhan pendapatan menunjukkan IOTF tidak semata mengejar kenaikan volume, dan ekspansi top line, melainkan secara konsisten mengeksekusi strategi peningkatan margin, efisiensi biaya, dan kualitas laba.
"Pendapatan kami pada 2025 meningkat kurang lebih 5 persen dibandingkan 2024, sedang EBITDA kami tumbuh lebih dari dua kali lipat. Ini adalah indikator jelas mengenai kualitas pertumbuhan, sekaligus mencerminkan peningkatan kualitas laba, dan efektivitas eksekusi strategi manajemen," tutur Alamsyah, melalui keterangan tertulis pada Senin, 2 Februari 2026.
Manajemen IOTF mengatribusikan peningkatan kinerja itu, pada peningkatan efisiensi operasional, produktivitas tenaga kerja, dan implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis Artificial Intelligence (AI). Penerapan AI dalam sistem ERP memungkinkan integrasi data operasional, dan keuangan secara real-time, mempercepat siklus pengambilan keputusan, meningkatkan akurasi perencanaan, dan pengendalian biaya.
Transformasi digital internal melalui ERP berbasis AI telah meningkatkan visibilitas kinerja operasional secara real-time, mempercepat pengambilan keputusan manajerial, serta mengoptimalkan alokasi sumber daya. "Dampaknya, produktivitas per karyawan meningkat signifikan, sementara proses bisnis menjadi lebih ramping dan adaptif terhadap perubahan pasar," ujar Alamsyah.
Implementasi ERP berbasis AI menjadi bagian dari strategi IOTF dalam memprioritaskan profitabilitas dan disiplin biaya, di tengah kondisi ekonomi yang penuh tekanan dan ketidakpastian. "Kami menunggangi AI di era modern dengan pendekatan bisnis yang berfokus pada penciptaan nilai dan optimalisasi keuntungan melalui efisiensi, produktivitas, dan kontrol operasional yang ketat,” tambah Alamsyah.
IOTF beroperasi di segmen Internet of Things (IoT) dan solusi telematika dengan portofolio produk yang meliputi perangkat GPS tracker, dash camera, serta platform Software as a Service (SaaS) di bawah merek Fox Logger. Solusi dari IOTF digunakan oleh perusahaan logistik dan rental untuk melakukan pemantauan kendaraan secara menyeluruh, termasuk posisi real-time, lokasi parkir, jarak tempuh, histori rute, konsumsi bahan bakar, analisis perilaku pengemudi, serta pemantauan video.
Dari sisi tata kelola dan kesiapan operasional, IOTF memiliki sejumlah sertifikasi internasional, antara lain ISO 9001:2015, ISO 27001:2022, ISO 20000-1:2018, dan ISO 22301:2019. Sertifikasi ini memperkuat posisi IOTF sebagai penyedia solusi teknologi dengan standar kualitas, keamanan informasi, dan keberlangsungan bisnis yang tinggi.
Alamsyah menambahkan bahwa transformasi digital internal yang dijalankan IOTF telah menghasilkan leverage operasional yang lebih sehat, tercermin dari peningkatan produktivitas per karyawan dan penurunan rasio biaya operasional terhadap pendapatan. Model dan strategi ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi IOTF dalam menghadapi volatilitas ekonomi, sekaligus membuka ruang untuk ekspansi margin yang berkelanjutan.
Sebagai acuan kinerja untuk tahun ini, IOTF memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 30 persen pada 2026. Manajemen IOTF memandang struktur operasional yang lebih ramping, kapabilitas teknologi berbasis AI, serta disiplin alokasi sumber daya akan menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan yang lebih berkualitas.
"Dengan pendekatan yang berfokus pada profitabilitas dan fundamental, IOTF berada pada posisi yang lebih resilien untuk menangkap peluang jangka menengah hingga panjang di tengah percepatan digitalisasi sektor logistik dan transportasi nasional," tutup Alamsyah. (*)
Related News
Fundamental Solid, Kredit BBNI Melesat 16 Persen
Kuartal III 2025, Laba HEXA Terpangkas 12,36 Persen
Mumpung Drop, Pengendali IMPC Serok 51,88 Juta Lembar
Susul Dirut, Ibu Kandung CIO Danantara Cabut dari LPKR
Grup Sinarmas (SMAR) Mulai Tawarkan Surat Utang Rp1,2 TriliunĀ
PNBN Jajakan Obligasi Rp2,71 Triliun, Segini Banderol Bunganya





