EmitenNews.com - Sigmantara Alfindo mengurangi timbunan saham Sumber Alfaria (AMRT). Itu dilakukan sang pengendali perseroan tersebut dengan melepas 2,11 miliar eksemplar. Divestasi saham pengelola Alfamart, dan Alfamidi tersebut ditahbiskan pada 13 Mei 2026. 

Transaksi dengan tujuan restrukturisasi internal tersebut dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp1.415 per helai. Dengan skema harga itu, Sigmantara mengantongi dana taktis senilai Rp2,99 triliun. Sebagai konsekuensi dari transaksi itu, tabungan saham AMRT dalam genggaman Sigmantara menciut.

Tepatnya, menjadi 16,15 miliar eksemplar setara dengan 38,90 persen. Susut sekstar 5,1 persen dari periode sebelum transaksi dengan koleksi 18,26 miliar saham selevel 44 persen. Rupanya, saham pengendali itu, ditampung oleh Amanda Cipta Persada. Amanda menyapu 2,11 miliar saham alias 5,1 persen.

Amanda menebus saham itu sejumlah Rp2,99 triliun. Menyusul penuntasan transaksi itu, Amanda kini mengempit 5,82 miliar saham AMRT setara dengan 14,04 persen. Melejit dibanding periode sebelum transaksi dengan donasi tidak kurang dari 3,71 miliar lembar alias 8,94 persen. 

Hasil Rebalancing MSCI

Berdasar hasil rebalancing teranyar Morgan Stanley Capital International (MSCI), AMRT terpental dari MSCI Global Standard Index. AMRT turun kasta ke MSCI Global Small Cap index. Hasil evaluasi terberu MSCI tersebut akan efektif berlaku pada penutupan perdagangan Jumat, 29 Mei 2026.

AMRT secara kolektif terdepak dari MSCI Global indeks bersama lima emiten jumbo lain. Yaitu, Amman Mineral (AMMN), Barito Energy (BREN), Chandra Asri (TPIA), Dian Swastatika (DSSA), dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN). AMRT menempati MSCI Global Small Cap Index menggantikan 13 emiten lain. 

Yaitu, Aneka Tambang (ANTM), Astra Agro (AALI), Bank Aladin (BANK). Menyusul kemudian, Bumi Serpong Damai (BSDE), Dharma Satya (DSNG), Sido Muncul (SIDO), Midi Utama (MIDI), Mitra Keluarga (MIKA), MNC Digital (MSIN), Pabrik Tjiwi Klima (TKIM), Pacific Strategic (APIC), Sawit Sumbermas (SSMS), dan Triputra Agro (TAPG). 

Gerak Saham Stagnan

Usai pengumuman MSCI itu, saham AMRT langsung terjun ke level Rp1.335 saat pembukaan. Satu jam berselang, perlahan saham AMRT menggeliat. Namun, sepanjang perdagangan, saham AMRT banyak berkutat di zona merah. Sebelumnya, akhir menyudahi perdagangan stagnan di level Rp1.415 per lembar.