EmitenNews - PT BNI Asset Management memprediksi disepanjang tahun ini pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan berada dilevel 7100. Salah satu indikatornya inflasi yang rendah yang diharapkan mendorong daya beli masyarakat. Bank Indonesia memperkirakan inflasi akan berada di kisaran 3,5 plus minus 1 persen. Head of invesment PT BNI Asset Management Susanto Chandra menjelaskan bahwa ada beberapa indikator yang membuat perusahaan memprediksikan indeks harga saham gabungan berada di rentang 7100 yakni nilai inflasi yang sangat rendah akan mendorong daya beli sehingga tingkat konsumsi akan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Selain itu di tahun 2018 ini merupakan tahun politik, investor memiliki peluang yang sangat besar untuk menata portofolio investasinya dengan memilih saham - saham terbaik dan termasuk memilih reksa dana yang terdiri dari saham-saham terbaik. "indeks di 7100 equivalent potensial gross 12 persen tahun ini, indikator inflasi yang rendah akan mendorong daya beli tentunya akan meningkatkan konsumsi",” ucap Susanto Chandra di Jakarta, Senin (5/1/2018). Disisi lain per desember 2017 PT BNI Asset Management sepanjang 2017 menghimpun dana kelolaan sebesar Rp20 triliun dan masuk dalam rangking 10 atas perusahaan manajer investasi di indonesia.
Related News
Portofolio JHT di Atas 1%, Pilihan BPJS Ketenagakerjaan Tepat Sasaran?
Peta Penguasaan Saham, Beda Fenomena HSC di Negara Maju vs Indonesia
Sinar Mas Kunci Rapat 6 Sahamnya, Alasan HSC Grup Tembus 99%
Benteng Keluarga Tahir di MPRO, Saham HSC 99,99% Milik Mayapada
Dikuasai Raksasa Tech, Danantara Nihil di List Kepemilikan > 1% GOTO
Kuasai 15% Bobot IHSG, 4 Emiten Top 10 Market Cap Ternyata HSC





