EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menghadapi tekanan pada perdagangan Rabu (13/5/2026) sebagai dampak review MSCI. Indeks komposit ditutup melemah 0,68% ke level 6.858 pada sesi sebelumnya. Tekanan pasar juga dibarengi aksi jual bersih investor asing (net sell) yang mencapai Rp799 miliar.

Tim riset BNI Sekuritas menyatakan, pelaku pasar kini mencermati dampak hasil review MSCI yang diumumkan semalam. Sentimen tersebut diperkirakan memicu potensi pembukaan IHSG di zona merah atau open gap down pada perdagangan hari ini.

"Secara teknikal, IHSG diproyeksikan menguji area support di kisaran 6.600–6.700. Namun setelah menyentuh area tersebut, indeks dinilai berpeluang mengalami technical rebound," ujar Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam laporan riset harian.

Lebih lanjut, BNI Sekuritas memproyeksikan level support IHSG berada di area 6.600–6.700, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.950–7.020.

Pada perdagangan kemarin, sejumlah saham big caps menjadi sasaran aksi jual asing pada perdagangan kemarin, di antaranya ANTM, BMRI, CUAN, DSSA, dan BBRI.

Untuk perdagangan hari ini, BNI Sekuritas menyarankan speculative buy pada saham MEDC, BIPI, ENRG, BUMI, BKSL, dan HRTA.

Mayoritas Indeks Wall Street Melemah, di Tengah Lonjakan Inflasi dan Kenaikan Harga Minyak.

Indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Selasa (12/5) di tengah lonjakan inflasi dan kenaikan tajam harga minyak dunia akibat memanasnya kembali konflik AS-Iran.

Indeks S&P 500 turun 0,16%, dan Nasdaq Composite melemah 0,71%. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,11%. Tekanan terbesar dari saham-saham teknologi, terutama sektor chip. Saham Micron Technology anjlok 3,6%, saham Advanced Micro Devices turun 2% dan Qualcomm melemah 11%.

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia, West Texas Intermediate (WTI) naik 4,19% (US$ 102,18/bbl, sedangkan Brent crude menguat 3,42% (US$ 107,77/bbl).