EmitenNews.com - Andi Pangerang Hasanuddin ditangkap. Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menangkap peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu, di Jombang, Jawa Timur, Minggu (30/3/2023). Ini buntut dari laporan Pemuda Muhammadiyah ke polisi atas tindakan Andi Pangerang Hasanuddin mengancam warga Muhammadiyah. Andi mengaku kesal sehingga melontarkan ancaman itu, dan kini ia menyesal.

 

“Penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri pada hari ini, Minggu, 30 April 2023, telah menangkap saudara AP di daerah Jombang, Jawa Timur,” kata Direktur Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri Brigjen Adi Vivid Agustiadi kepada pers, Minggu. 

 

Pemuda Muhammadiyah melaporkan Andi Pangerang Hasanuddin ke Bareskrim Polri pada Selasa (25/4/2023), yang dituangkan dalam laporan polisi bernomor LP/B/76/IV/2023/SPKT/BARESKRIM POLRI. Pelapor menyertakan Pasal 45A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) dan atau Pasal 45 B juncto Pasal 29 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 

 

Brigjen Adi Vivid mengatakan, informasi yang lebih lengkap rencananya akan disampaikan Bareskrim Polri pada besok, Senin (1/5/2023). Ia meminta wartawan bersabar menunggu perkembangan lebih lanjut.

 

Seperti diketahui sebuah tangkapan layar unggahan di Twitter terkait aksi mengancam warga Muhammadiyah oleh peneliti BRIN Andi Pangerang Hasanuddin. Ancaman pembunuhan itu ditulis akun Facebook milik AP Hasanuddin dalam sebuah diskusi di sosial media pada Minggu (23/4/2023).

 

Melalui pernyataan tertulisnya, Selasa (25/4/2023), Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin mengaku emosi ketika melontarkan ancaman akan membunuh warga Muhammadiyah. Emosinya tersulut oleh serangan beberapa akun sosial media kepada atasannya yang juga Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin. 

 

"Melalui surat ini saya memohon maaf kepada pimpinan dan warga Muhammadiyah atas komentar saya di facebook terhadap seluruh warga Muhammadiyah di akun facebook tertanggal Minggu, 23 April 2023. Komentar tersebut dikarenakan rasa emosi dan ketidakbijaksanaan saya saat melihat akun Thomas Djamaluddin diserang oleh sejumlah pihak. Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada pimpinan dan seluruh warga Muhammadiyah yang merasa tersinggung dengan komentar saya tersebut. Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan semacam ini lagi di waktu-waktu mendatang. Demikian surat pernyataan ini dibuat, atas perhatian masyarakat semua, saya ucapkan terima kasih." 

 

Meski begitu Thomas Djamaluddin membantah alasan tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas komentarnya di forum sosial media yang sama dengan AP Hasanuddin. Sang atasan mengatakan, ancaman yang dibuat AP Hasanuddin tidak terkait langsung dengannya. "Komentar (ancaman) AP Hasanuddin tidak terkait langsung dengan tanggapan saya. AP Hasanuddin (mengancam dengan) menanggapi (komentar) Ahmad Fauzan."

 

Sebelum kalimat ancaman dilontarkan AP Hasanuddin, Thomas Djamaluddin memberikan respons atas komentar akun Aflahal Mufadilah. Aflahal Mufadilah mengomentari diskusi di sosial media yang membahas tentang perbedaan metode hisab dan rukyat dalam penentuan Idul Fitri. "Akhirnya, hanya tanya, kurang bijaksana apa pemerintah kita? Di tengah perbedaan yang melanda, sebab segelintir umat Islam memilih teguh berbeda, pemerintah jua masih menyeru semua bertenggang rasa," tulis Aflahal Mufadilah.