EmitenNews.com - Potensi investasi pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI data center) senilai Rp360 triliun, tengah menghadapi ujian regulasi. Keputusan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan proyek fasilitas data center senilai Rp3,5 triliun di Jatiluhur, Purwakarta, memicu peringatan keras dari kalangan ekonom mengenai kepastian iklim investasi. Ekonom Indef sekaligus Rektor Universitas Paramadina, Didik J. Rachbini, menilai langkah tersebut berisiko merusak kepercayaan pemodal global. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak mengulang blunder fatal pada era 1980-an yang menyebabkan negara kehilangan potensi menjadi pusat industri semikonduktor dari jangkauan Malaysia.

Potensi Triliunan di Tengah Hambatan Birokrasi

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Indonesia sedang memproses aliran investasi data center berkapasitas 1,3 Gigawatt (GW) dengan nilai estimasi US$15–20 miliar (sekitar Rp270–360 triliun). Saat ini, kapasitas eksisting nasional baru menyentuh 580–800 Megawatt (MW) yang tersebar di 182 fasilitas.

Peluang emas ini tercipta setelah Singapura mulai membatasi pembangunan pusat data baru akibat keterbatasan lahan dan pasokan energi. Sejumlah entitas raksasa mulai membidik Indonesia, di antaranya Firmus Technologies dan Nvidia dengan rencana investasi US$1,7 miliar, serta komitmen dari AWS dan Grup Telkom.

Namun, di tengah akselerasi tersebut, proyek BDx Data Centers (AI Campus 2 / CGK4) di Jatiluhur yang didesain memiliki kapasitas hingga 640 MW justru dihentikan pada awal Oktober 2026. Pemerintah daerah beralasan dokumen perizinan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) belum tuntas, di samping adanya kekhawatiran terkait akses air warga.

Persaingan Ketat: Komparasi Infrastruktur Digital ASEAN

Saat perizinan di tingkat daerah di Indonesia tersendat, negara tetangga justru mempercepat langkah mereka. Berikut adalah peta persaingan ekosistem data center di empat kekuatan utama Asia Tenggara:

Indikator Daya Saing

Singapura

Malaysia (Johor/KL)

kementrian keuangan bank indonesia otoritas jasa keuangan bursa efek indonesia idclear ksei