EmitenNews.com - PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) melaporkan penambahan kepemilikan saham oleh pemegang sahamnya, Andry Hakim.

Dalam keterangannya Rabu (3/12), Direktur sekaligus Corporate Secretary Amanda Octania menyebut Andry kembali masuk pasar pada 1 Desember 2025.

Andry memborong 96.700 saham CBRE di harga Rp1.020 per saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp98,6 juta. Pembelian ini melanjutkan aksi serupa pada 10 Oktober 2025, ketika ia pernah mengakumulasi 109.903.374 saham di harga Rp750 per saham.

Amanda menyampaikan bahwa aksi tersebut dilakukan “Untuk investasi dengan kepemilikan langsung”.

Setelah transaksi terbaru, total kepemilikan Andry naik menjadi 227.000.074 saham, atau sekitar 5,002 persen, dari sebelumnya 226.903.374 saham setara 5 persen.

Pada perdagang Kamis (4/12/2025), saham CBRE ditutup menguat 16% ke posisi Rp 1,195 per saham. Secara YTD saham CBRE sudah melesat 5,926 persen. Kenaikan harga saham ini mengiringi persiapan CBRE menggelar RUPSLB pada 18 Desember 2025. Dalam agenda tersebut, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham terkait rencana right issue.

Kenaikan tajam saham CBRE dipicu oleh laporan resmi perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 3 Desember 2025. CBRE mengonfirmasi bahwa investor Andry Hakim melakukan pembelian saham pada 1 Desember 2025. Setelah transaksi pembelian langsung tersebut, jumlah kepemilikannya naik menjadi 227.000.074 saham, atau 5,002%. Pembelian dilakukan dengan harga Rp 1.020 per saham.

Dengan RUPSLB tinggal hitungan hari, rumor seputar aksi borong Andry Hakim yang sedang membangun posisi lebih besar, justru membuat perhatian investor semakin fokus pada CBRE

Kenaikan saham CBRE juga tidak lepas dari kabar terbaru mengenai kapal offshore Hai Long 106 yang baru saja tiba di Singapura untuk persiapan operasional. Kapal ini sebelumnya menjadi sorotan karena menjadi aset strategis dalam proyek-proyek migas dan offshore yang tengah dibidik CBRE.

Selain itu, perusahaan beberapa waktu lalu mengumumkan telah mengantongi kontrak senilai Rp 4,3 triliun bersama Guna Nusa Utama Fabricator (GUF). Kontrak jangka panjang tersebut dinilai menjadi katalis utama yang memperkuat fundamental CBRE.

Seiring rumor yang beredar, banyak pelaku pasar yang memilih masuk lebih dini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya aksi lanjutan yang dikaitkan dengan nama besar Andry Hakim.

Hingga berita ini diturunkan, Baik Andry Hakim maupun manajemen CBRE belum memberikan tanggapan terkait rumor ini. Meski demikian, dinamika perdagangan hari ini menunjukkan bahwa pasar telah lebih dulu merespons spekulasi tersebut. ***