Anggaran MBG 2027 Rp270T, BGN akan Kaji Ulang SMA Elit Mungkin Disetop
:
0
Ilustrasi pelaksanaan makan bergizi gratis. Dok. Kementerian Sekretariat Negara.
EmitenNews.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menerima pagu indikatif anggaran Rp270,20 triliun pada 2027. Anggaran sebesar itu, rencananya untuk mengakomodir Makan Bergizi Gratis bagi 81,5 juta penerima pada 2027. Tetapi, rupanya besaran itu belum final. BGN masih akan menyisir ulang, untuk memastikan penggunaannya tepat sasaran.
Dalam keterangannya yang dikutip Rabu (17/6/2026), Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengemukakan bahwa itu proses yang biasa, Sesuai surat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Bappenas, untuk 2027, BGN mendapat alokasi pagu anggaran itu Rp270.201.499.678 itu untuk penerima manfaat 81,5 juta.
Tetapi, Agustina menegaskan bahwa angka tersebut belum final. Pasalnya, BGN akan menyisir ulang anggaran tersebut agar lebih tepat sasaran. Dalam sisa tahun 2026, BGN akan terus melakukan langkah perbaikan tata kelola, termasuk refocusing penerima manfaat.
Selain itu, BGN tetap membuka masukan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Kesehatan dan para pakar. Salah satu masukan yang diterima BGN contohnya, anak-anak SMA dari kalangan mampu berpotensi tidak akan lagi masuk dalam daftar penerima program MBG.
Dengan begitu, menurut hitungan BGN, langkah ini diklaim dapat memangkas sekitar 8 juta penerima manfaat. Anggaran MBG 2027 Rp270T, Belum Final, BGN Masih akan Kaji Lagi
Pelajar SMA Elit Bakal Dikeluarkan dari Daftar Penerima MBG
Badan Gizi Nasional (BGN) bakal melakukan penataan penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG), salah satunya dengan mengeluarkan penerima yang selama ini masuk kategori mampu. Yang akan dievaluasi menjadi penerima MBG ialah kalangan pelajar SMA elit yang selama ini mendapatkan uang saku dari orang tuanya hingga Rp100 ribu per hari.
"Siswa SMA mungkin tidak perlu lagi menerima MBG. Terutama SMA-SMA yang high class, yang uang saku siswanya sudah Rp100 ribu sampai Rp200 ribu per hari. Mereka mungkin tidak perlu lagi menerima program ini," kata Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, di DPR RI.
Dengan mengurangi jumlah penerima manfaat kategori siswa SMA kelas atas akan memangkas sekitar 8 juta penerima. Meski dilakukan pengurangan jumlah penerima, Agustina memastikan, program MBG tidak akan mengalami pengurangan esensi peningkatan gizi kepada penerima manfaat yang layak menerima.
Menurut Agustina, upaya refocusing penerima ini dilakukan agar penerima manfaat MBG tepat sasaran. BGN telah melakukan koordinasi langsung dengan Kementerian Kesehatan dan kementerian/lembaga lainnya untuk merealisasikan upaya ini.
Related News
Kolaborasi Kemenekraf, Indosat (ISAT) & Adobe, Perluas Peluang Kreator
KPK Sita Aset Eks Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Ada Dua Mini Market
Diperiksa Kejagung Esok, Sony Sonjaya Siap Buka-bukaan Kasus MBG
Warga Penuhi SPBU Antre BBM Usai Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu
Temui PM Wong, Pramono Buka Ruang Investasi Singapura di Jakarta
Bahlil Sebut Rp22,4T Anggaran ESDM 2027 untuk Rakyat, Ini Prioritasnya





