Anggota MSCI, Raih Kontrak Jumbo, Performa BUMN ini Moncer Kuartal III
:
0
Tampak dua petugas lapangan melakukan monitoring terhadap instalasi gas perseroan. Foto - Dok PGAS
EmitenNews.com - Pertamina Gas Negara (PGAS) per 30 September 2026 mengemas laba bersih USD292,95 juta. Melonjak 23,14 persen dari episode sama tahun sebelumnya USD237,89 juta. Menyusul hasil apik itu, laba bersih per saham dasar dan dilusian menjadi USD0,0121 dari sebelumnya USD0,0098.
Pendapatan USD3,02 miliar, melesat 3,42 persen dari periode sama tahun lalu USD2,92 miliar. Beban pokok pendapatan USD2,44 miliar, bengkak dari posisi sama tahun sebelumnya USD2,42 miliar. Laba kotor terkumpul USD571,14 juta, mengalami peningkatan dari fase sama tahun lalu USD502,17 juta.
Pendapatan lain-lain USD13,9 juta, susut dari USD22,9 juta. Beban umum dan administrasi USD118,16 juta, turun dari USD122,79 juta. Beban lain-lain USD30,68 juta, bengkak dari USD19,18 juta. Laba operasi USD436,18 juta, melonjak dari USD383,08 juta. Bagian laba dari vventura bersama USD69,31 juta, naik dari USD62,13 juta.
Pendapatan keuangan USD37,88 juta, turun dari USD50,95 juta. Beban keuangan USD40,47 juta, berkurang dari USD49,35 juta. Rugi selisih kurs USD16,1 juta, bertambah dari USD15,35 juta. Laba periode berjalan USD397,25 juta, mengalami peningkatan dari edisi sama tahun sebelumnya USD338,6 juta.
Total ekuitas USD3,63 miliar, mengalami peningkatan dari akhir tahun sebelumnya USD3,6 miliar. Jumlah liabilitas USD2,38 miliar, mengalami penciutan dari episode akhir 2025 senilai USD2,62 miliar. Total aset USD6,02 miliar, menyusut dibanding posisi akhir tahun lalu USD6,23 miliar.
Amankan Kontrak Jumbo
Pertamina Gas Negara (PGAS) mengamankan kontrak pasokan gas beberapa tahun mendatang. Perolehan kontrak dengan para penjual bernilai USD10,62 miliar. Kontrak baru dengan pemasok tersebut telah diteken pada 28 Oktober 2026.
Kontrak terbesar berupa pasokan liquefied natural gas (LNG) dari lapangan gas abadi Masela USD7,34 miliar. LNG itu dibeli dari Inpex Masela Ltd, Pertamina Hulu Energi Masala, dan Searah Masela San Bhd. LNG Sale and Purchase Agreement (SPA) pada 28 Oktober 2026. Periode pengiriman LNG total 775 TBTU disepakati mulai pada 2033 berjangka 15 tahun.
Lalu, mengantongi dari Pertamina (Persero), Searah North Ganal Limited, Searah North Ganal B.V., Eni North Ganal B.V., Searah Rapak Deepwater Ltd., Searah Rapak Limited, Eni Rapak B.V., Searah Ganal Deepwater Ltd., Searah Ganal Limited, Eni Ganal B.V., Tiptop Ganal Limited, dan Tiptop Rapak Limited. Estimasi kontrak senilai USD1,54 miliar.
PGAS memperoleh perjanjian penjualan LNG North Hub untuk periode pengiriman 2029 sampai 31 Desember 2037. Perjanjian itu, memiliki opsi perpanjangan hingga 31 Desember 2038. PGAS, PT Pertagas Niaga, dan PT Perta Arun Gas bertindak sebagai pembeli. Berikutnya, PGAS bersama Pertagas Niaga, dan Perta Arun Gas, juga memperoleh kontrak penjualan LNG South Hub senilai USD996,46 juta. Periode pengiriman pada 1 Januari 2027 sampai 31 Desember 2032.
Related News
Chandra Asri (TPIA) Lunasi Obligasi Rp266,95 Miliar
Pendapatan Hampir Rp3T, Laba Bersih WIFI Sentuh Rp478,22M di Q3-2026
Transformasi, Pendapatan GIAA Melejit 13,2 Persen Kuartal III 2026
Pendapatan Rp14,14T, Laba Bersih CBUT Melonjak 424% hingga Q3-2026
RUPSLB, Restrukturisasi Bisnis LAPD ke Sektor Tambang Resmi Dimulai
Konstituen MSCI, Emiten ini ARB 3 Hari Beruntun meski Laba Meledak





