EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok signifikan 184,22 poin atau 3,49% pada akhir perdagangan Kamis (29/10/2026). Indeks sempat menguat di pembukaan perdagangan ke level 5.305,19 dan sempat tembus level tertinggi intraday 5.320,89 namun akhirnya jatuh ke titik terendah harian pada akhir jam perdagangan.

Penurunan harga 624 saham mendorong indeks komposit merosot tajam. Hanya 98 saham yang menguat dan 70 saham lainnya stagnan.

Volume perdagangan hari ini capai 23,23 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1,32 juta kali. Total nilai transaksi Rp11,28 triliun. Kapitalisasi pasar (market cap) turun lagi ke Rp8.987,27 triliun.

Saham-saham berkapitalisasi jumbo menjadi sasaran aksi jual, terutama big banks. BBCA mencatat nilai transaksi tertinggi Rp1,6 triliun dengan harga merosot 6,35% ke Rp4.940. BBRI transaksi Rp639,3 miliar mencatat harga merosot 3,77% ke Rp2.810, diikuti BMRI senilai Rp592,4 miliar harga turun 3,12% ke Rp3.720 per saham.

Saham-saham pencetak transaksi terbesar berikutnya yang mencatat penurunan harga adalah TLKM Rp541 miliar harga turun 4,35% ke Rp1.980, ASII Rp395 miliar harga merosot 6,2% ke Rp4.690.

Top Gainers dan Losers

Dalam kondisi pasar yang tertekan, sejumlah saham malah mencatat kenaikan harga tertinggi (top gainers) yaitu ALKA naik 24,86% ke Rp4.420, disusul YPAS menguat 24,85% ke Rp1.055, dan TMAS naik 15,45% ke Rp127 per saham.

Di lain sisi, saham-saham yang mencatat penurunan harga terdalam dipimpin PACK yang anjlok 9,52% ke Rp342, diikuti ENRG merosot 6,99% ke Rp665, dan INET turun 6,98% ke Rp160 per saham.