ANTAM (ANTM) Ungkap Transaksi Jumbo USD500 Juta
Ilustrasi: pekerja Antam (ANTM)
EmitenNews.com - PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) resmi menandatangani perjanjian fasilitas kredit berjangka dan bergulir senilai USD500 juta atau setara sekitar Rp8,03 triliun pada 1 Agustus 2025. Dana jumbo ini akan dimanfaatkan untuk mendukung belanja modal, akuisisi, kebutuhan modal kerja, serta berbagai biaya operasional lainnya.
Dalam keterbukaan informasi pada Senin (4/8), Corporate Secretary ANTM, Syarif Faisal Alkadrie, menjelaskan bahwa pinjaman diperoleh dari sindikasi perbankan nasional dan internasional. Mereka yang bertindak sebagai mandated lead arrangers, underwriters, dan bookrunners adalah DBS Bank Ltd., MUFG Bank Ltd., Bank SMBC Indonesia, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore Branch, dan United Overseas Bank Limited.
Struktur kredit dibagi menjadi dua bagian. Pertama, fasilitas kredit berjangka (Fasilitas A) senilai USD250 juta. Kedua, fasilitas kredit bergulir (Fasilitas B) dengan nilai yang sama. ANTM memiliki waktu 18 bulan untuk menarik Fasilitas A dan hingga 59 bulan untuk memanfaatkan Fasilitas B sejak perjanjian diteken.
ANTM berkewajiban membayar bunga sebesar 1,025% kepada kreditur luar negeri dan 1,075% kepada bank lokal. Namun, besaran bunga ini masih ditambah dengan suku bunga acuan SOFR yang dikelola oleh CME Group Benchmark Administration Limited.
Pelunasan pokok pinjaman dijadwalkan dalam jangka waktu 60 bulan sejak penandatanganan perjanjian. Dengan adanya tambahan utang ini, total kewajiban ANTM diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp20,32 triliun, dibandingkan posisi sebelumnya Rp12,29 triliun per 31 Desember 2025.
Perjanjian kredit juga mencantumkan ketentuan penyelesaian sengketa melalui Singapore International Arbitration Centre (SIAC) jika terjadi perselisihan antar pihak.
Related News
Laba Naik, Pendapatan 2025 Emiten Alkes (OMED) Tembus Rp2,06 Triliun
Investasi Perdana, Bos BRMS Timbun 1,35 Juta Saham Senilai Rp1,03M
MedcoEnergi Pastikan Bayar Obligasi Rp150 Miliar, Dana Sudah Disiapkan
Garuda Indonesia (GIAA) Masih Catat Rugi di Sepanjang 2025
Ditopang Grup AMRT Cs, Laba BLOG Melaju 29,1 Persen Meski EPS Tergerus
Melonjak 36 Persen, Laba Grup Djarum (SUPR) Sentuh Rp1,32 Triliun





