Anthoni Salim Ungkap Fokus Indofood Ke Depan
:
0
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) umumkan cetak peningkatan penjualan neto. Foto: Indofood
EmitenNews.com - Emiten grup Salim, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) kompak membukukan peningkatan penjualan pada kuartal III 2026. Masing-masing mencatatkan kenaikan penjualan neto konsolidasi 12% dan 15%.
Direktur Utama Indofood (INDF), Anthoni Salim menyampaikan perseroan membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 12% menjadi Rp101,49 triliun dibandingkan Rp90,98 triliun di periode sama tahun sebelumnya.
Laba usaha juga tercatat naik 15% menjadi Rp20,80 triliun dari Rp18,10 triliun, dan marjin laba usaha meningkat 20,5% dari 19,9% di periode sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk relatif stabil di posisi Rp7,8 triliun. Namun, terjadi penurunan dari Rp7,88 triliun di periode sama tahun lalu menjadi Rp7,86 triliun.
Meski begitu, Anthoni Salim menerangkan terdapat peningkatan rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan, terutama obligasi mata uang dolar AS yang diterbitkan ICBP, seiring melemahnya nilai tukar rupiah.
“Core profit yang mencerminkan kinerja operasional perseroan naik 11% menjadi Rp9,37 triliun dari Rp8,42 triliun,” ujarnya.
Anthoni Salim juga menambahkan, “Didukung dengan model bisnis yang terintegrasi secara vertikal, Indofood mencatatkan kinerja yang solid selama periode sembilan bulan pertama tahun ini. Untuk ke depannya, kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat,” katanya.
Sementara untuk ICBP, perseroan membukukan kenaikan penjualan neto konsolidasi sebesar 15% menjadi Rp64,45 triliun dari Rp56,27 triliun pada periode sama tahun lalu.
Laba usaha tumbuh 7% menjadi Rp13,67 triliun dari Rp12,74 triliun, meskipun marjin laba usaha turun menjadi 21,2% dari 22,6% di tahun sebelumnya, terutama didorong oleh kenaikan beban bahan baku, bahan kemasan dan logistik.
Tanpa memperhitungkan non-recurring items dan selisih kurs, core profit yang mencerminkan kinerja operasional Perseroan, naik 5% menjadi Rp8,04 triliun dari Rp7,69 triliun pada periode yang sama tahun lalu, didorong oleh meningkatnya hasil operasional.
Related News
Geber Bisnis Susu Sapi Perah, BEEF Akuisisi Lahan 30 Ha di Sukabumi
Tutup Kuartal III 2026, WTON Catat Laba Bersih Tumbuh 81 Persen
Produksi Nikel, Emas dan Hilirisasi Topang Kinerja Solid MDKA Q3-2026
Kemas Laba Rp2,77T, Pendapatan Emiten Grup Djarum (TOWR) Tumbuh 14,18%
Laba Tumbuh 82 Persen, RAJA Jajakan Surat Utang Imbal Hasil 9 Persen
Konsolidasi Tjokro Group Dorong Lonjakan Pendapatan GPSO hingga 194%





