Archi Indonesia (ARCI) Tarik Fasilitas Pinjaman USD365 Juta, Telisik Alokasinya
EmitenNews.com - Archi Indonesia (ARCI) mengantongi fasilitas pinjaman senilai USD365 juta. Perseroan bersama Meares Soputan Mining (MSM), dan Tambang Tondano Nusajaya (TTN) bertindak sebagai peminjam. Pinjaman berjangka dengan jaminan itu, telah diteken pada 16 Agustus 2023.
Selain itu, anak usaha perseroan juga terlibat dalam teken perjanjian tersebut yaitu Archipelago Resources Pte Ltd (ARPTE), Karya Kreasi Mulia (KKM), dan Jasa Pertambangan Perkasa (JPP). Bank Mandiri (BMRI) bertindak sebagai bank koordinasi, arranger fasilitas konvensional, arranger fasilitas Musyarakah Mutanaqisah (MMQ), agen fasilitas global, agen fasilitas konvensional, agen jaminan bersama, dan bank rekening.
Selanjutnya, Bank Syariah Indonesia alias BSI (BRIS) beroperasi sebagai arranger fasilitas MMQ, dan agen syariah dalam dokumen pembiayaan MMQ. Bunga pinjaman itu, term Secured Overnight Financing Rate (SOFR) 3 bulan + 3,75 persen per tahun, dengan jangka waktu lima tahun sejak tanggal dokumen pembiayaan utama.
Nilai transaksi pinjaman tersebut setara 147 persen dari total ekuitas konsolidasi perseroan berdasarkan laporan keuangan tahun 2022 diaudit. ”Sesuai rencana, fasilitas pinjaman tersebut untuk belanja modal sehubungan dengan Pit Araren, dan penambahan cadangan melalui kegiatan eksplorasi,” tulis Hidayat Dwiputro Sulaksono, Corporate Secretary Archi Indonesia.
Berdasar dokumen pinjaman, transaksi tersebut mensyaratkan anak usaha perseroan yaitu MCM, TTN, ARPTE, KKM, dan JPP memberi jaminan. Jaminan itu, berupa gadai atas saham, gadai atas rekening bank, fidusia atas klaim asuransi, fidusia atas barang bergerak, fidusia atas bangunan, fidusia atas barang persediaan, penanggungan, pemberian ganti rugi oleh perseroan, dan anak usaha, dan pengalihan untuk penjaminan atas kontrak-kontrak. (*)
Related News
Penjualan Turun, Laba INKP Justru Tumbuh Positif
Profit Taking, Wadirut GOTO Dulang Rp25,79 Miliar
Sudahi 2025, Laba Broker Boy Thohir (TRIM) Melejit 128 Persen
Masih Catat Rugi di 2025, GIAA Gaspol Pemulihan Tahun Ini
IPCM Raup Pendapatan Rp1,47 Triliun, Laba Tumbuh Dua Digit di 2025!
Kinerja DYAN 2025 Tertekan Anjloknya Event Korporasi dan Pemerintah





