Arus Kas SAMF Jebol, Laba Ikut Tergerus Kuartal I 2026
:
0
Potret aktivitas di PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF). Foto: SAMF
EmitenNews.com - PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) membukukan penjualan sebesar Rp601 miliar pada kuartal I 2026, turun 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp743 miliar.
Sejalan dengan itu, beban pokok penjualan juga turun 18,7 persen menjadi Rp462 miliar dari sebelumnya Rp568 miliar.
Meski begitu, laba bruto SAMF tetap mengalami tekanan dengan penurunan 20,9 persen menjadi Rp138 miliar pada kuartal I 2026, dibandingkan Rp175 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.
Tekanan dari sejumlah pos beban seperti beban penjualan, beban umum dan administrasi, beban keuangan, serta beban lainnya turut menekan kinerja Perseroan. Alhasil, laba sebelum pajak turun 16,4 persen menjadi Rp49,8 miliar dari sebelumnya Rp59,6 miliar.
Adapun laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp37,6 miliar pada kuartal I 2026, turun 14,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp44,1 miliar.
Penurunan kinerja tersebut turut berdampak terhadap laba per saham dasar yang turun 14,8 persen menjadi Rp3,67 dari sebelumnya Rp4,31 per saham.
Dari sisi arus kas, tekanan terlihat pada aktivitas operasi. SAMF mencatat arus kas operasi negatif sebesar Rp162 miliar pada kuartal I 2026, memburuk signifikan dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang negatif Rp5,5 miliar.
Sementara dari sisi neraca, total aset SAMF meningkat 10,1 persen menjadi Rp3,49 triliun dibandingkan sebelumnya Rp3,17 triliun.
Liabilitas Perseroan naik 21,9 persen menjadi Rp1,56 triliun dari sebelumnya Rp1,28 triliun. Sedangkan ekuitas tumbuh 2,1 persen menjadi Rp1,92 triliun dari sebelumnya Rp1,88 triliun.
Seiring tekanan operasional tersebut, saham SAMF pada perdagangan intraday hari ini melemah 0,61 persen atau turun 2 poin ke level Rp326. Meski demikian, secara year to date saham SAMF masih menguat 5,16 persen atau naik 16 poin. (*)
Related News
TPIA Siapkan Dana Pelunasan Obligasi Rp266,95M, Jatuh Tempo 29 Oktober
APEX Buru Restu Private Placement untuk Konversi Utang USD4,1 Juta
Ditopang Negara Lewat Danantara, Fitch Pertahankan BBTN di AAA(idn)
Dapat Restu OJK, AHAP Melaju Rights Issue 3,5 Miliar Saham Harga Rp50
NAYZ Akuisisi Bangkok Tellink, Bisnis Makanan Bayi Dilepas Bertahap
28 Tahun Bank Mandiri (BMRI), Hadir Berbagi Manfaat Untuk Masyarakat





