EmitenNews.com - Bukalapak.com (BUKA) per September 2021 mencatat total aset Rp25,05 triliun. Melangit 866 persen dari periode 31 Desember 2020 di kisaran Rp2,59 triliun. Itu terjadi menyusul sejumlah insiden.


Lompatan itu akibat penerimaan atas penerbitan saham baru seri G, dan pencairan dana initial public offering (IPO). Efeknya, kas dan setara kas per September 2021 menjadi Rp23,6 triliun. Surplus Rp22,2 triliun atau melesat 1.492 persen dibanding edisi 31 Desember 2020 di kisaran Rp1,48 triliun. 


Selanjutnya, aset tidak berwujud neto yaitu terkumpul Rp138 miliar, menanjak Rp136 miliar atau 5.992 persen dibanding edisi 31 Desember 2020 sejumlah Rp2,3 miliar. Itu akibat adanya penyesuaian nilai aset atas kombinasi bisnis. Lalu, uang muka, dan biaya dibayar dimuka yaitu Rp133 miliar. Meningkat Rp107 miliar atau 422 persen dari periode 31 Desember 2020 sebesar Rp25 miliar. Itu tersebab dari uang muka ke pemasok.


Selanjutnya, pengakuan goodwill Rp72 miliar yang muncul atas akuisisi Five Jack Co. Ltd pada April 2021. ”Peningkatan total aset pada 30 September 2021 itu menunjukkan kinerja perseroan makin membaik dalam pengelolaan aset,” tutur Natalia Firmansyah, Direktur Bukalapak.


Sementara itu, Bukalapak akan menyampaikan laporan keuangan tahunan berakhir pada 31 Desember 2021 paling lambat 30 April 2021. Itu masih sejalan surat ederan (SE) OJK 4/2022 yang menyatakan ketentuan mengenai batas waktu penyampaian laporan keuangan tahunan dan laporan tahunan bagi emiten atau perusahaan publik diperpanjang selama satu bulan dari batas waktu berakhirnya kewajiban penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan sektor pasar modal. (*)