EmitenNews.com - Aset PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) mencatat penurunan sepanjang tahun 2025. Total aset emiten yang bergerak di bidang usaha anjak piutang dan pembiayaan konsumen ini tercatat sebesar Rp31 miliar pada tahun 2025, turun sekitar 19,8 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp39 miliar.

Liabilitas naik menjadi Rp3,12 miliar dari Rp2,32 miliar, sementara ekuitas konsolidasian merosot 23,3 persen menjadi Rp28,31 miliar dari Rp36,89 miliar.

Dari sisi usaha, DEFI juga mencatatkan penurunan kinerja keuangan, meskipun pendapatan tercatat naik 23 persen menjadi Rp7,81 miliar dari Rp6,34 miliar. DEFI masih mengalami tekanan dengan peningkatan beban pokok pendapatan yang tinggi sebesar 60,8 persen sehingga laba bruto turun 4,6 persen menjadi Rp2,71 miliar dari tahun sebelumnya sebesar R3,18 miliar.

Beban umum dan administrasi tercatat Rp6,94 miliar, relatif stabil dengan tahun sebelumnya sebesar Rp6,81 miliar. Namun, cadangan kerugian piutang membebani DEFI hingga Rp3,19 miliar, berbalik dari pemulihan Rp1,93 miliar di tahun 2024. Imbasnya, rugi usaha membengkak menjadi Rp7,43 miliar dari Rp1,70 miliar, atau naik sekitar 336,8 persen.

Setelah pajak, rugi bersih tahun berjalan tercatat Rp11,33 miliar, naik hampir 8 kali lipat dari Rp1,35 miliar tahun sebelumnya. Untuk rugi bersih yang diatribusikan ke pemilik entitas sebesar Rp11,15 miliar, naik pesat dari tahun 2024 yang hanya Rp1,46 miliar.

Total rugi komprehensif mencapai Rp8,58 miliar, lebih besar dibanding Rp6,24 miliar di 2024. Rugi per saham dasar tercatat Rp16,76, jauh lebih buruk dari Rp2,00 per saham tahun lalu.

Adapun pada perdagangan sesi I Rabu (8/4/2026), saham DEFI dibuka pada level Rp50, stagnan hingga pukul 10.26 waktu setempat. Secara year to date, DEFI mengalami tren penurunan tajam sebesar 84,66 persen atau turun 276 poin di level Rp50.(*)