Asing Kabur, IHSG Tersandera Koreksi
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Mengawali perdagangan 2026 indeks Wall Street ditutup mixed. Penguatan didorong kenaikan pada saham produsen chip, namun koreksi saham sektor teknologi di luar chip membebani indeks. Serangan Amerika Serikat (AS), dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjadi perhatian investor.
Maduro bersama istri didakwa di New York atas tuduhan terorisme, dan narkoba. Presiden AS Donald Trump mengaku akan mengendalikan Venezuela hingga terjadi transisi kekuasaan. Perusahaan AS akan masuk Venezuela untuk memperbaiki struktur minyak di negara tersebut.
Eskalasi ketegangan politik global akibat serangan AS ke Venezuela menjadi fokus investor. Investor dikhawatirkan menghindari aset berisiko, dan beralih ke instrumen investasi lebih aman macam dolar AS (USD), dan emas. Investor akan mencermati sejumlah data ekonomi AS, seperti data tenaga kerja, manufaktur, dan Michigan consumer confidence.
Oleh sebab itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terimbas sentimen negatif kalau terjadi tekanan jual investor asing. Sebaliknya, kalau terjadi lonjakan harga minyak mentah dan emas, akan mendorong kenaikan harga saham sektor energi, dan komoditas terkait.
Data inflasi, trade balance, cadangan devisa, dan consumer confidence akan rilis pekan ini. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Pyridam (PYFA), Adi Sarana (ASSA), HM Sampoerna (HMSP), Bank Panin (PNBN), Remala (DATA), dan Surya Media (SCMA). (*)
Related News
Periksa! Ini 10 Saham Top Losers dalam Sepekan
Cek! Berikut Deretan Saham Top Gainers Pekan Ini
IHSG Surplus Tipis, Kapitalisasi Pasar Rp14.941 Triliun
Ramadan Tetap Nyambung, Indosat Luncurkan #LebihBaikIndosat
IHSG Turun Tipis 2,3 Poin di Akhir Pekan, Sektor Ini Jadi Pemberat
Trump Beri Tarif 0 Persen Untuk Tekstil RI Yang Bahan Bakunya Dari AS





