EmitenNews.com - Emiten cat milik konglomerat Hermanto Tanoko, PT Avia Avian Tbk. (AVIA), masih menyisakan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) hingga akhir 2025. Perseroan melaporkan sisa dana IPO yang belum digunakan mencapai Rp250,56 miliar per 31 Desember 2025.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/1/2026), Direktur AVIA, Kurnia Hadi Sinanto menyampaikan bahwa dana tersebut diendapkan di tiga perbankan nasional dan asing dengan komposisi terbesar berada di PT Bank Central Asia Tbk. (BCA).

Kurnia Hadi berlanjut memaparkan, dana IPO AVIA ditempatkan di BCA sebesar Rp212,43 miliar dalam bentuk obligasi pemerintah seri FR, serta Rp137,90 juta dalam bentuk rekening giro. Selain itu, perseroan juga menyimpan Rp37,65 miliar di rekening giro PT Bank UOB Indonesia dan Rp349,91 juta di rekening giro PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Sebagai catatan, AVIA yang melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2021 berhasil menghimpun dana bersih IPO sebesar Rp5,65 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp4,23 triliun digunakan oleh AVIA, sementara Rp1,42 triliun dialokasikan kepada entitas anak, PT Tirtakencana Tatawarna.

Adapun, realisasi penggunaan dana oleh AVIA meliputi Rp2,98 triliun untuk modal kerja, Rp451,57 miliar untuk belanja modal, serta Rp550 miliar untuk pelunasan pinjaman bank.

Sementara itu, Tirtakencana Tatawarna memanfaatkan dana IPO untuk modal kerja sebesar Rp950 miliar, belanja modal Rp85 miliar, dan pelunasan utang bank senilai Rp380 miliar. (*)