Balikkan Estimasi, Ritel dan Industri Jepang Tumbuh 4%
:
0
Sektor manufaktur dan perdagangan ritel Jepang mencatatkan kinerja ekonomi di atas perkiraan pasar pada periode Juli 2026. (Foto:Liputan6.com
EmitenNews.com - Sektor manufaktur dan perdagangan ritel Jepang mencatatkan kinerja ekonomi di atas perkiraan pasar pada periode Juli 2026. Pertumbuhan ini terjadi di tengah ancaman gangguan rantai pasokan global dan kenaikan biaya energi akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang melaporkan produksi industri mengalami kenaikan 0,1% secara bulanan pada Juli 2026. Capaian ini membalikkan proyeksi para ekonom yang sebelumnya memperkirakan adanya kontraksi sebesar 0,9%.
Berdasarkan data BigGo Finance, secara tahunan (year-on-year), produksi industri Jepang tumbuh 4,1% pada Juli 2026. Angka tersebut melampaui estimasi konsensus sebesar 3,4%, sekaligus melanjutkan tren pertumbuhan positif dalam dua bulan berturut-turut.
Pertumbuhan produksi ditopang oleh kenaikan di sektor mesin produksi sebesar 5,1%, serta sektor bahan kimia anorganik dan organik yang naik 6,0%. Komponen dan perangkat elektronik juga pulih 2,6% berkat tingginya permintaan global terkait teknologi kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor. Sebaliknya, penurunan terjadi pada peralatan transportasi non-otomotif sebesar 4,7%, logam fabrikasi 3,2%, dan produk plastik 1,1%.
Dari sisi perdagangan dalam negeri, penjualan ritel Jepang melonjak 4,0% secara tahunan pada Juli 2026, melampaui estimasi pasar sebesar 3,0%. Secara bulanan, penjualan ritel naik 2,4%, membalikkan penurunan 4,1% pada bulan sebelumnya. Penjualan mobil mencatat kenaikan tertinggi mencapai 16,2% secara tahunan, diikuti mesin dan peralatan 6,3%, barang dagangan umum 3,1%, farmasi dan kosmetik 1,6%, serta makanan dan minuman 1,1%.
Penguatan konsumsi rumah tangga di Jepang didorong oleh pertumbuhan upah yang stabil, subsidi utilitas dari pemerintah, serta peningkatan pengeluaran wisatawan mancanegara akibat pelemahan nilai tukar yen.
Kinerja positif ekonomi Jepang ini memberikan angin segar bagi pasar Indonesia. Pemulihan daya beli masyarakat serta peningkatan produksi manufaktur dan teknologi di Jepang berpotensi memperkuat volume permintaan ekspor bahan baku dan komoditas pendukung dari Indonesia.(*)
Related News
Emas Antam Tertahan di Rp2,67 Juta, Efek Sinyal Fed
Bursa Jepang Terperosok 1,4% Imbas Hawkish Fed dan Minyak
Pidato Fed dan Memanasnya Hormuz Tekan Emas ke USD4.460
Serangan ke Hormuz dan Sinyal Warsh Tekan Saham AS
Minyak Dekati USD85 Setelah AS Serang Target Iran
Daftar 10 Bank Non BUMN Penampung Devisa Hasil Ekspor SDA





