Minyak Dekati USD85 Setelah AS Serang Target Iran
:
0
Harga minyak mentah dunia naik mendekati level USD85 per barel pada perdagangan Senin. (Ilustrasi: Magnific)
EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia naik mendekati level USD85 per barel pada perdagangan Senin. Kenaikan harga terjadi setelah militer Amerika Serikat (AS) menargetkan peluncur roket Iran yang bersiap memasang ranjau di Selat Hormuz.
Aksi militer tersebut menjadi serangan pertama AS terhadap target Iran dalam lebih dari sebulan terakhir. Pasukan AS menyatakan bahwa mereka memantau jalur air strategis tersebut secara cermat dan tetap siap untuk menjaga kelancaran arus perdagangan internasional.
Serangan rudal AS ke target Iran sebelumnya terakhir kali terjadi pada akhir Juli 2026. Setelah itu, Washington mengalihkan fokus pada penekanan ekonomi melalui sanksi guna mendorong Teheran kembali ke meja perundingan.
Di sisi lain, peluang diplomasi tetap terbuka setelah muncul pernyataan dari pihak Teheran pasca-diskusi dengan pihak penengah.
"Melanjutkan diplomasi dengan AS bukan hal yang mustahil," ujar seorang pejabat Iran usai melakukan diskusi konstruktif dengan Qatar selaku mediator konflik.
Meskipun belum ada perjanjian damai resmi antara Washington dan Teheran, mengutip laporan Trading Economics pada Senin (31/8/2026), sekitar 6 hingga 8 juta barel minyak mentah tetap mengalir melalui Selat Hormuz setiap harinya.
Lonjakan harga energi global pada awal pekan ini menjadi perhatian pasar modal dan pelaku industri di Indonesia seiring dampaknya terhadap potensi pembengkakan subsidi energi serta pergerakan saham emiten sektor minyak dan gas di dalam negeri.(*)
Related News
Balikkan Estimasi, Ritel dan Industri Jepang Tumbuh 4%
Bursa Jepang Terperosok 1,4% Imbas Hawkish Fed dan Minyak
Pidato Fed dan Memanasnya Hormuz Tekan Emas ke USD4.460
Serangan ke Hormuz dan Sinyal Warsh Tekan Saham AS
Daftar 10 Bank Non BUMN Penampung Devisa Hasil Ekspor SDA
Longgarkan Retensi DHE Tambang jadi 3 Bulan, Begini Syarat Pemerintah





