"Produk makanan berbasis nabati berpotensi menjangkau konsumen di Belanda yang tertarik dengan makanan etnik. Selain itu, minat terhadap produk olahan Indonesia menunjukkan adanya peluang untuk memperluas pasar ke Eropa," ujar Annisa dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

ITPC akan terus memantau perkembangan dari business matching untuk memfasilitasi segala bentuk tindak lanjutnya.

Ia juga meminta kedua UMKM tersebut untuk mengirimkan contoh produk ke Belanda. Produk-produk tersebut nantinya akan dipamerkan di Rumah Pameran, atau Trade Display, pada Indonesia House Amsterdam di kota Amsterdam, Belanda.

Pemerintah mendorong para eksportir makanan dan minuman Indonesia untuk memanfaatkan peluang produk makanan dan minuman berbasis nabati dan bernilai etnik untuk dijajaki di pasar Belanda dan Eropa.

Komoditas ekspor Indonesia ke Belanda didominasi lemak dan minyak hewani maupun nabati, alas kaki, produk kimia, bahan kimia organik, serta mesin dan perlengkapan listrik.

Total perdagangan Indonesia dengan Belanda pada 2024 mencapai 5,73 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia ke Belanda mencapai 4,75 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Belanda 984,51 juta dolar AS. Indonesia surplus terhadap Belanda sebesar 3,77 miliar dolar AS.

Pada 2025, total perdagangan Indonesia dengan Belanda mencapai USD6,58 miliar. Nilai total ekspor Indonesia ke Belanda adalah 5,69 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari Belanda USD888,24 juta. Indonesia mencatatkan surplus terhadap Belanda sebesar USD4,81 miliar. ***