EmitenNews.com - Bank Raya Indonesia (AGRO) telah menuntaskan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa 2026 pada 7 Oktober 2026. Pemegang saham menyetujui seluruh agenda yaitu perubahan anggaran dasar, dan perubahan susunan pengurus perseroan.

Bank Raya telah mencatat pertumbuhan positif medio 2026, dan berada pada posisi terus membaik untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang bernilai bagi seluruh pemangku kepentingan. Hasil persetujuan agenda RUPSLB 2026 tentu akan makin mendukung langkah menuju pertumbuhan berkualitas.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham atas dukungan, dan persetujuannya terhadap seluruh agenda yang diajukan pada RUPSLB 2026 ini,” tegas Ida Bagus Ketut Subagia, Direktur Utama Bank Raya.

Pada agenda pertama, RUPSLB 2026 menyetujui agenda perubahan anggaran dasar. Di mana, perseroan memandang perlu melakukan penyesuaian, dan penyelarasan terhadap ketentuan dalam anggaran dasar, dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku. Perubahan anggaran dasar diharap meningkatkan tata kelola untuk meningkatkan nilai perusahaan jangka panjang bagi stakeholders, dan memastikan pertumbuhan bisnis sehat, transparan, dan berkelanjutan.

Pemegang saham juga telah menyetujui usulan dalam agenda kedua rapat, yaitu perubahan susunan pengurus perseroan. Usulan yang disetujui di antaranya berupa penunjukan Hari Basuki sebagai direktur bisnis. Pengangkatan berlaku efektif setelah lulus dalam uji kemampuan  dan kepatutan (fit & proper test) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dengan demikian, susunan Pengurus Bank Raya sebagai berikut. Susunan Dewan Komisaris meliputi Komisaris Utama Muhamad Sidik Heruwibowo, Komisaris Independen Johanes Kuntjoro Adi S, Komisaris Independen Retno Wahyuni Wijayanti, Komisaris Independen Farid Rahman, Komisaris Tatang Yuliono.

Susunan direksi antara lain Direktur Utama Ida Bagus Ketut Subagia, Direktur Keuangan Rustarti Suri Pertiwi, Direktur Digital & Operasional Lukman Hakim, Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia Danar Widyantoro,  dan Direktur Bisnis Hari Basuki.

Sepanjang Semester I/2026, Bank Raya berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp12,01 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang lonjakan bisnis kredit digital mencerminkan pertumbuhan bisnis pembiayaan tetap terjaga. Penyaluran kredit digital mencapai Rp16,46 triliun, dan meningkat 22,6 persen (yoy), dengan outstanding kredit digital Rp3,17 triliun atau tumbuh 21,2 persen (yoy).

Di sisi pendanaan, pertumbuhan bisnis Bank Raya turut ditopang oleh peningkatan digital saving mencapai Rp2,47 triliun atau tumbuh 66,4 persen (yoy) serta peningkatan transaksi di Aplikasi Raya sebesar 41,2 persen, dan mencapai 3 juta transaksi. Bank Raya terus menghadirkan inovasi digital yang relevan dengan kebutuhan, dan gaya hidup masyarakat.

Bank Raya menghadirkan fitur Raya Active sebagai inovasi yang mendorong nasabah untuk lebih aktif dalam menjalankan aktivitas fisik sehari-hari. Melalui fitur itu, aktivitas seperti jumlah langkah, jarak tempuh, dan kalori terbakar dapat dihubungkan dengan target finansial. Aktivitas sehat dilakukan nasabah dapat menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam membangun kebiasaan menabung.