Batal Investasi Baterai EV, ESDM Nilai Konsorsium LG Memang tak Serius
:
0
Komitmen konsorsium LG-Korea Selatan terhadap investasi di Indonesia dinilai tidak serius. Dok. BeritaSatu.
EmitenNews.com - Pemerintah mempertanyakan keseriusan konsorsium Korea Selatan berinvestasi dalam proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi di Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terganggu dengan keputusan konsorsium di bawah LG itu, batal berinvestasi dalam proyek itu. Kementerian ESDM menggugat komitmen LG-Korea Selatan terhadap investasi di Indonesia.
Dalam keterangannya yang dikutip Selasa (22/4/2025), Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno mempertanyakan apakah LG serius terhadap investasi di Indonesia.
“Dia sebetulnya niat enggak sih mau investasi di sini? Kalau misalnya enggak niat ya sudah. Memang dari awal enggak ada niat, berarti,” kata Tri Winarno kepada pers, di Kantor Kementerian ESDM, Senin (21/4/2025).
Dirjen Tri Winarno menyebutkan, ukuran investor bukanlah yang utama. Yang penting adalah kesungguhan dalam berinvestasi. “Mau investor besar, mau kecil, yang penting niat enggak dia? Kalau cuma omong doang (omdo), ya enggak-lah.”
Dalam penilaian Kementerian ESDM, konsorsium LG dan mitranya sejak awal tidak menunjukkan ketepatan waktu dalam menjalankan rencana pembangunan proyek.
“Kan selalu enggak tepat waktu mereka. Sudah berapa tahun. Kamu mau bangun rumah, terus habis itu kamu harusnya sudah groundbreaking, enggak juga. Ya sudah berarti dari kamu memang enggak serius kan,” ungkapnya.
Satu hal, Tri Winarno memastikan agenda hilirisasi nikel nasional akan tetap berjalan, meski konsorsium LG, mundur. Soal siapa investor penggantinya, ia mempersilahkan para wartawan menunggu informasi lebih lanjut. “Nantilah kita lihat ya.”
Kita tahu, Indonesia, sebagai produsen nikel terbesar di dunia, terus mendorong transformasi industri melalui penguatan rantai pasok kendaraan listrik. Pemerintah tetap menempatkan hilirisasi nikel sebagai prioritas dalam roadmap energi nasional.
LG batalkan proyek baterai kendaraan listrik di Indonesia, ini alasannya
Perusahaan baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) asal Korea Selatan yakni LG, bersama anggota konsorsiumnya, memutuskan menarik investasinya dalam rencana proyek ekosistem baterai EV di Indonesia.
Related News
Sama Dengan Indonesia, PMI Manufaktur Thailand Juga 'Letoy'
BI: Kenaikan Surplus Neraca Perdagangan Topang Ekonomi Eksternal
Rantai Pasok Global Terganggu, PMI Manufaktur Indonesia April Melemah
Eskalasi Timur Tengah Bawa Dolar Kembali Berfluktuasi
Rupiah Makin Loyo, Hampir Sentuh Rp17.400
Tanggapi Presiden, Bagi UMKM Kemudahan Akses Pembiayaan Lebih Utama





