EmitenNews.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membukukan pendapatan bunga bersih sebesar Rp33,24 triliun, tumbuh 13,63 persen secara tahunan dari Rp29,25 triliun pada periode sama tahun lalu.

Kinerja intermediasi bank pelat merah ini juga ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional lainnya sebesar 7,46 persen YoY menjadi Rp17,91 triliun.

Pada laporan keuangan konsolidasia kuartal III 2026 ini juga, BBNI mencatatkan akselerasi penyaluran kredit yang ekspansif. Total kredit yang diberikan (bruto) tercatat tumbuh 10,33 persen mencapai Rp992,51 triliun per 30 September 2026, naik dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp899,53 triliun.

Kendati beban operasional lainnya serta pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) mengalami kenaikan, BBNI tetap membukukan laba operasional yang tumbuh 9,29 persen YoY menjadi Rp20,28 triliun.  

Di tingkat bottom-line, BBNI meraup laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp16,12 triliun, naik 6,62 persen dibanding perolehan Q3-2025 sebesar Rp15,12 triliun.

Capaian ini mengerek nilai laba per saham dasar perseroan naik dari Rp405 menjadi Rp432 per lembar.  

Secara keseluruhan, kinerja tersebut mendongkrak total aset BBNI tumbuh 8,80 persen YTD hingga menembus level Rp1.481,83 triliun per akhir September 2026.