Beban Bengkak, BNI (BBNI) Masih Untung 6,56 Persen di Semester I-2026
:
0
Potret salah satu gedung operasional Bank BNI. Foto: EmitenNews.
EmitenNews.com - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mengemas laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp10,75 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut naik 6,56% dibanding periode sama tahun lalu Rp10,09 triliun.
Berdasarkan Laporan Keuangan Interim (unaudited) yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia, Rabu (5/8/2026), pendapatan bunga BNI naik 14,92% yoy menjadi Rp38,63 triliun dari Rp33,61 triliun. Namun, beban bunga juga tertekan naik dobel digit hingga 15,94% yoy menjadi Rp16,34 triliun dari Rp14,09 triliun. Akibatnya pendapatan bunga bersih tertahan tumbuh 13,95% menjadi Rp22,29 triliun.
Melihat sisi beban, BNI mencatatkan beban operasional lainnya Rp15,27 triliun, tertekan naik 14,57% yoy. Beban pencadangan kredit macet atau CKPN juga melonjak 42,10% menjadi Rp5,38 triliun dari Rp3,79 triliun. Beban asuransi tercatat Rp1,03 triliun.
Laba operasional BNI tercatat Rp13,11 triliun, naik 6,02% dari Rp12,37 triliun pada semester I 2025. Peningkatan ditopang pendapatan operasional lainnya yang melonjak 141,63% menjadi Rp29,08 triliun dari Rp12,03 triliun.
Dari sisi kualitas aset, BNI justru membaik. Rasio kredit macet atau NPL berada di level 1,9%. Sementara loan at risk (LAR) turun menjadi 8,1% dari 11% pada periode sebelumnya.
Namun, total laba rugi komprehensif BNI turun tajam 50,88% menjadi Rp5,96 triliun dari Rp12,14 triliun. Penurunan dipengaruhi rugi komprehensif lain setelah pajak Rp4,84 triliun, berbalik dari posisi untung Rp1,98 triliun tahun lalu karena kerugian perubahan nilai wajar aset keuangan.
Menengok neracanya, hingga 30 Juni 2026 total aset BNI mencapai Rp1.203,62 triliun, naik dari Rp1.148,76 triliun di akhir Desember 2025. Total liabilitas tercatat Rp1.018,89 triliun dan ekuitas Rp184,72 triliun.
Adapun, BNI mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas investasi positif Rp6,62 triliun, berbalik dari negatif Rp1,02 triliun. Namun arus kas dari aktivitas operasi turun drastis menjadi negatif Rp155,79 miliar dari positif Rp76,64 miliar.
Hingga 30 Juni 2026, BNI memiliki 6 anak usaha yang masih aktif. Aset terbesar dipegang PT BNI Life Insurance Rp30,61 triliun dan PT Bank Hibank Indonesia Rp19,45 triliun.
EPS dasar BNI tercatat Rp0,000289, naik dari Rp0,000271 pada semester I 2025.
Related News
MLIA Cetak Rugi di Semester I 2026, Beban Membengkak
ALKA-AGAR Pasien Baru HSC, Simak Daftar Lengkapnya
Gembok Dilepas, Saham Ini Lanjutkan Penguatan 100 Persen dalam Sepekan
Medio 2026, Kinerja Emiten Boy Thohir (PALM) Bikin Merinding
BIPI Berbalik Laba 144,84 Persen, Saham Meledak Sejak Awal 2026
Keuangan WIKA Kembang Kempis, Bagaimana Nasib Investor Ritel?





