EmitenNews.com - Saranacentral Bajatama (BAJA) bakal right issue Rp450 miliar. Itu dengan melepas maksimal 900 juta saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500 per eksemplar.  Pengeluaran saham anyar itu sejumlah 50 persen dari total saham bberedar saat ini.

Dengan skema right issue 2:1, rasio itu dinilai paling optimal untuk mencapai target pendanaan sekaligus menjaga tingkat dilusi pemegang saham pada batas wajar maksimum 33,33 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah right issue. Penetapan harga right issue 3-4 kali di atas harga wajar saham BAJA Rp116-197.

Rasio dan penetapan harga right issue itu mendapat sorotan Bursa Efek Indonesia (BEI). Merespons itu, manajemen BAJA mengklaim penetapan harga tersebut seiring penuntasan pokok utang afiliasi USD20,6 juta, dan bunga akrual afiliasi Rp127,76 miliar. Kemudian, tercipta struktur neraca keuangan (balance sheet) kuat dan kokoh. Usai right issue ekuitas naik menjadi Rp460,87 miliar dari 31 Maret 2026 sebesar Rp10,87 miliar.

Right issue telah mendapat restu RUPSLB pada 31 Maret 2026. Enam pemegang saham pengendali yaitu Pandji Surya Soerjoprahono, Handaja Susanto, Entario Widjaja Susanto, Soediarto Soerjoprahono, Laksmono Tirta Kusumo, dan Anton Sebastian tidak melaksanakan HMETD. ”Itu keputusan investasi, dan didukung pernyataan PT Sarana Steel (SS) sebagai pembeli sisa saham, tidak akan mengakibatkan perubahan pengendalian dalam perseroan,” tegasnya.

Dana hasil right issue 98,96 persen alias Rp445,32 miliar untuk melunasi seluruh utang kepada Sarana Steel. Lalu 1,04 persen atau Rp4,68 miliar setelah dikurangi biaya emisi sisa Rp2,58 miliar untuk modal kerja, termasuk pembelian bahan baku. Manajemen BAJA menggaransi penggunaan dana untuk penyelesaian kewajiban afiliasi itu, justru memberi perlindungan dan manfaat maksimal bagi seluruh pemegang saham, termasuk publik.

Nah, di tengah ketidakpastian makroekonomi dan volatilitas geopolitik global saat ini, strategi ekspansi agresif memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, BAJA mengambil langkah prudent (kehati-hatian) dengan memprioritaskan penyehatan fundamental neraca keuangan (de-leveraging). Selama ini, besarnya porsi utang afiliasi dalam denominasi USD telah mengekspos BAJA pada risiko fluktuasi kurs tinggi, dan beban bunga menggerus profitabilitas.

Dengan penuntasan utang melalui right issue, beban keuangan tersebut akan hilang, sehingga potensi laba bersih di masa depan dapat dinikmati sepenuhnya oleh pemegang saham. BAJA menjadi lebih baik secara finansial, dan memiliki kapasitas jauh lebih baik untuk memanfaatkan peluang bisnis di masa depan termasuk kesempatan memperoleh pembiayaan dari lembaga perbankan.

So, jadwal right issue BAJA sebagai bberikut. Cum right pada 24 Agustus 2026, ex right pada 26 Agustua 2026, dan recording date pada 27 Agustus 2026. Periode perdagangan HMETD pada 31 Agustus 2026 hingga 4 September 2026. Distribusi saham hasil pelaksanaan HMETD pada 2 hingga 8 September 2026. (*)