LAPD Mau Rights Issue dan Inbreng Saham, Minta Restu RUPSLB
:
0
Leyand International (LAPD) akan mendivestasi PT Rusindo Eka Raya yang bergerak di bidang distribusi produk konsumen, terutama Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Foto: LAPD
EmitenNews.com - PT Leyand International Tbk (LAPD) mengumumkan rencana rights issue II, juga meliputi penyetoran modal dalam bentuk selain uang (inbreng) dari pemegang saham pengendali, PT JSI Sinergi Mas (JSI).
Dalam keterbukaan informasi, Jumat (11/9), LAPD berencana menerbitkan maksimum 2 miliar saham baru seri B dengan nilai nominal Rp25 per helainya. Jumlah itu setara 50,42% dari modal ditempatkan dan disetor LAPD sebelum rights issue. Nilai transaksi indikatif mencapai maksimal Rp100 miliar.
Direktur Utama LAPD, Jamal Abdul Nasir Bamadhaj menerangkan bahwa JSI atau pengendali akan mengeksekusi haknya sebanyak 1.019.999.964 saham baru melalui inbreng berupa 59.995 saham PT Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS), atau setara 99,99% kepemilikan BSS.
Nilai penyetoran inbreng itu ditaksir mencapai Rp44,39 miliar.
Jamal juga mengatakan bahwa aksi korporasi tersebut diambil untuk memperbaiki posisi ekuitas dan modal kerja perseroan.
Perseroan mencatat total ekuitas negatif sebesar Rp2.646.076.643 dan modal kerja bersih negatif yang dihitung berdasarkan selisih antara total aset lancar dan total liabilitas jangka pendek Perseroan, tercatat negatif sebesar Rp26.448.145.462
“Oleh karena Perseroan memiliki ekuitas negatif, suatu transaksi dikategorikan sebagai Transaksi Material apabila nilai transaksi tersebut mencapai 10 persen atau lebih dari total aset Perseroan sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat (3) POJK No. 17/2020,” kata Jamal.
Adapun untuk mengeksekusi rencana tersebut, perseroan bakal meminta restu pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada Selasa 20 Oktober 2026.
Related News
BCA Bantah Rumor Merger, Harga Saham Akhir Oktober Menguat
Emiten Martua Sitorus Pastikan Bank of Singapore Bukan Pemegang Saham
Investasi Perdana, Komut RELF Caplok 1,43 Persen Saham
Neraca Kokoh PRDA: Likuiditas Tebal & Valuasi Menarik
Emiten Nagita Slavina Pacu Akuisisi RS, Kinerja Melemah, Saham Memerah
Lesu, Sidomuncul Catat Penurunan Laba 24,36% Jadi Rp619,09M di Q3 2026





