EmitenNews.com - Emiten produk tolak angin, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) mengabarkan penurunan kinerja kuartalan per akhir September 2026.

Dalam terbitan laporan keuangan kuartalan terbaru dikutip Jumat (30/10/2026), SIDO mencatat penjualan berkisar Rp2,49 triliun, yang mana turun 8,45% YoY dibandingkan Rp2,72 triliun di 9M25.

Beban pokok penjualan mengalami tekanan naik meski tipis 0,84% YoY tertakar yakni, Rp1,19 triliun dari sebelumnya Rp1,18 triliun, mendorong laba bruto turun 15,58% YoY ke Rp1,30 triliun dari Rp1,54 triliun.

Seiring penurunan laba bruto, laba usaha juga tersundul menurun 22,74% YoY menjadi Rp788,00 miliar dari Rp1,02 triliun. Laba sebelum beban pajak tercatat Rp802,51 miliar, turun 23,57% YoY dari Rp1,05 triliun.

Adapun, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp619,09 miliar, menyusut 24,36% YoY dari Rp818,54 miliar, dengan laba per saham dasar (EPS) turun menjadi Rp21,04 dari sebelumnya Rp27,52.

Menengok neracanya, total aset Sidomuncul per 30 September 2026 turun 1,08% YTD menjadi Rp3,64 triliun dari Rp3,68 triliun per akhir 2025. Total liabilitas turun 33,34% YTD menjadi Rp374,22 miliar dari Rp561,44 miliar, sedangkan ekuitas naik 4,80% YTD menjadi Rp3,27 triliun dari Rp3,12 triliun.