BEI Telisik SOFA Terkait Tinggalkan Bisnis Inti
:
0
Salah satu gerai furnitur milik SOFA
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan PT Boston Furniture Industries Tbk (SOFA) terkait perkembangan setelah pengambilalihan perseroan oleh PT Asia Investment Capital (AIC). BEI juga meminta klarifikasi lanjutan atas sejumlah isu strategis, mulai dari kondisi operasional hingga rencana diversifikasi usaha ke sektor energi.
Joshua Gerry Mangkubudi Corporate Secretary SOFA menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasional bisnis furnitur mulai dari produksi, distribusi, hingga hubungan dengan pemasok dan pelanggan masih berjalan normal tanpa perubahan material sejak proses pengambilalihan selesai.
SOFA saat ini sedang melakukan kajian keekonomian terhadap kemungkinan divestasi bisnis furnitur. Perseroan mulai menyiapkan proses valuasi sebagai bagian dari potensi pelepasan lini bisnis tersebut.
Jika divestasi benar dilaksanakan, manajemen memproyeksikan target waktu sementara pada kuartal I/2026, dengan catatan dapat berubah mengikuti hasil kajian dan kondisi ekonomi. Perseroan juga memastikan operasional akan tetap terjaga melalui mekanisme transisi yang terstruktur agar tidak mengganggu hubungan dengan pelanggan maupun pemasok.
JosuaI menyampaikan bahwa AIC sedang mengkaji peluang ekspansi ke bisnis energi terbarukan. Kajian saat ini masih berada pada tahap awal, terutama menyangkut regulasi pendukung sektor energi hijau.
Bila dinyatakan layak, bisnis energi akan dijalankan melalui anak usaha PT Pratama Sarya Prima (PSP) yang sudah menambah KBLI di bidang energi pada Oktober 2025.
Perseroan juga menyampaikan gambaran timeline awal rencana pengembangan bisnis energi, yakni:
Tiga bulan pertama: penyelesaian kajian dan seleksi calon mitra berpengalaman di sektor energi.
Empat bulan berikutnya: finalisasi kerja sama dengan mitra yang dipilih.
SOFA menegaskan belum ada konsultan bisnis eksternal yang dilibatkan, dan kajian masih terbatas pada aspek regulasi.
Related News
Dirut ITSEC Asia (CYBR) Kembali Tambah Porsi Saham, Ini Tujuannya
FTSE Russel Depak 29 Saham & Turunkan 10 Saham Indonesia dari Indeks
Emiten Grup Sinar Mas (BSDE) Turun Kasta dari Mid Cap FTSE Russell
Pasrah, ADHI Sampaikan Potensi Tunda Bayar Bunga Obligasi Lagi
Satu Anggota Direksi Mundur, INCO Siap Gelar RUPS
Pengendali Baru INPS Jual 6,8% Saham, Harga 3,9 Kali Lipat Akuisisi





