Belanja AI Kuras Kas Alphabet, Saham Google ini Anjlok 4%
:
0
Saham Alphabet, perusahaan induk Google, merosot 4,2 persen dalam sesi perdagangan setelah penutupan pasar pada Selasa. (Foto: TechStock2)
EmitenNews.com - Saham Alphabet, perusahaan induk Google, merosot 4,2 persen dalam sesi perdagangan setelah penutupan pasar pada Selasa. Penurunan ini terjadi meski perusahaan membukukan kinerja yang melampaui perkiraan Wall Street, menurut data laporan keuangan yang dihimpun Biggo Finance.
Alphabet melaporkan pendapatan kuartal kedua mencapai USD 119,8 miliar, tumbuh 24 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya dan melampaui estimasi konsensus sebesar USD 116,9 miliar. Laba bersih tercatat melonjak 298 persen secara tahunan menjadi USD 112,1 miliar, didorong oleh keuntungan investasi ekuitas di perusahaan seperti SpaceX dan Anthropic.
Pertumbuhan kinerja utama ditopang oleh Google Cloud yang pendapatannya melonjak 82 persen menjadi USD 24,8 miliar, melampaui proyeksi USD 22,5 miliar. Laba operasional segmen ini naik lebih dari tiga kali lipat menjadi USD 8,81 miliar.
Sementara itu, pendapatan periklanan Google Search naik 17 persen menjadi USD 63,3 miliar dan iklan YouTube tumbuh 13 persen menjadi USD 11,1 miliar. Pesanan tertunda bisnis cloud Alphabet juga melampaui angka USD 514 miliar.
Namun, tekanan pada saham timbul akibat lonjakan belanja modal untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang mencapai USD 44,9 miliar pada kuartal tersebut. Tingginya pengeluaran ini menyebabkan arus kas bebas Alphabet berbalik menjadi defisit sebesar USD 5,86 miliar.
CFO Alphabet Anat Ashkenazi menyatakan bahwa arus kas bebas akan terus tertekan oleh investasi infrastruktur teknis. Perusahaan menaikkan proyeksi belanja modal tahunan menjadi USD 195 miliar hingga USD 205 miliar dan merencanakan penawaran saham sebesar USD 85 miliar untuk pendanaan.
Fenomena lonjakan beban biaya akibat investasi AI ini turut menjadi perhatian para pelaku pasar global dan investor teknologi di Indonesia, mengingat dominasi layanan digital Google dan penggunaan platform Gemini di Tanah Air.
Manajer Portofolio Zacks Investment Management Brian Mulberry menilai reaksi pasar mencerminkan kehati-hatian investor terhadap pembengkakan biaya. "Ini adalah kuartal yang solid, tetapi tidak cukup untuk melampaui ekspektasi. Pendapatan cloud bagus, tetapi tidak sebaik yang diinginkan pasar," ujar Mulberry.
Di saat yang sama, CEO Alphabet Sundar Pichai menyampaikan bahwa perusahaan terus mengembangkan teknologi pendukung. "Kami tetap berada di garis depan di banyak bidang, tetapi ada juga bidang-bidang yang perlu kami tingkatkan," kata Pichai.(*)
Related News
Wall Street Loyo, IHSG Cenderung Menguat
TelkomGroup (TLKM) Perkuat Gerbang Digital lewat Sistem Kabel Laut NCC
Pasar Bergairah, IHSG Sundul Level 6.400
Proyeksi IHSG Hari Ini, Pantau Area Support dan Resistance Berikut!
Sempat Dekati 6.400, IHSG Rabu Ditutup Terkoreksi Tipis 5,5 Poin
Asing Net Sell 0,94 Triliun di Sesi I, TPIA-DSSA Paling Banyak Dilepas





