EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,67 persen menjadi 5.912. Itu terjadi setelah sebelumnya sempat bergerak melemah hingga level 5.839. Secara teknikal, penguatan IHSG tertahan di MA5 dengan Stochastic RSI berpotensi mengalami death cross.

Namun, histogram MACD masih bertahan di area positif. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways pada kisaran 5.800-6.000. Data penjualan sepeda motor tumbuh 1,1 persen YoY menjadi 515.136 unit edisi Juni 2026, setelah periode Mei 2026 turun 5,1 persen YoY, meski terjadi kenaikan inflasi, dan BI Rate.

Secara bulanan, penjualan sepeda motor tumbuh 7,5 persen MoM Juni 2026 dari posisi Mei 2026 penurunan 8 persen MoM. Namun, penjualan sepeda motor melemah 0,3 persen YoY mencapai 3,13 juta unit pada semester pertama 2026, sekitar 46,7-48,9 persen dari target AISI hingga akhir tahun ini sebesar 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.

Selanjutnya, investor akan menantikan data penjualan mobil edisi Juni 2026. Sementara itu, penjualan ritel Mei 2026 turun 3,9 persen, setelah April 2026 turun 3,7 persen YoY.  Pelemahan  itu, merupakan penurunan selama dua bulan berturut-turut, dan koreksi tahunan terdalam sejak Mei 2023.

Itu mengindikasikan koreksi belanja konsumen di tengah lonjakan inflasi akibat kenaikan harga bahan bakar non-subsidi, dan harga makanan. Penurunan penjualan terjadi pada produk makanan, minuman dan tembakau, pakaian, peralatan rumah tangga, penjualan peralatan informasi, dan komunikasi.

Secara bulanan, penjualan ritel edisi Mei 2026 turun 1,5 persen, setelah mengalami penurunan tajam 11,6 persen MoM April 2026. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor mengoleksi saham Bank Mandiri (BMRI), Barito (BRPT), Darma Henwa (DEWA), Essa Industries (ESSA), dan Asuransi Tugu (TUGU). (*)