Berikut Isu Yang Bakal Jadi Fokus Investor Pekan ini
:
0
Di tengah mandeknya pembicaraan damai antara AS dan Iran, sejumlah isu diprediksi bakal menjadi fokus perhatian investor pada pekan ini.
EmitenNews.com - Di tengah mandeknya pembicaraan damai antara AS dan Iran, sejumlah isu diprediksi bakal menjadi fokus perhatian investor pada pekan ini.
Selain mencermati perkembangan saham teknologi, pasar menantikan laporan keuangan Walmart dan Target yang akan dirilis minggu ini. Investor di New York akan fokus pada pendapatan dari Nvidia dan peritel besar AS, serta perkembangan dalam pembicaraan gencatan senjata AS-Iran, selama pekan 18-22 Mei.
Saham Nvidia telah melonjak selama dua bulan berturut-turut, mengangkat nilai pasar perusahaan kembali di atas USD5 triliun. Berdasarkan rekor tertinggi yang dicapai minggu lalu, kapitalisasi pasarnya mendekati USD5,7 triliun. Nvidia dijadwalkan untuk melaporkan pendapatan pada 20 Mei.
Investor juga akan memperhatikan hasil dari Target pada 20 Mei dan Walmart pada 21 Mei untuk mendapatkan petunjuk tentang perekonomian riil. Laporan-laporan tersebut dapat memberikan gambaran sekilas tentang kondisi ekonomi karena kesenjangan antara rumah tangga berpenghasilan tinggi dan rendah di AS menjadikan ekonomi berbentuk K negara itu sebagai isu sosial yang lebih menonjol.
Dengan disetujuinya nominasi Kevin Warsh sebagai ketua Federal Reserve yang baru oleh Senat AS, beberapa pejabat Fed juga dijadwalkan untuk berbicara. Gubernur Fed Christopher Waller dijadwalkan berbicara pada 19 Mei, diikuti oleh Presiden Fed Philadelphia Anna Paulson dan Gubernur Fed Michael Barr pada 20 Mei. Harga minyak telah melonjak, menambah tekanan inflasi. Komentar mereka tentang inflasi dapat memberikan petunjuk untuk keputusan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) selanjutnya.
Indeks Komposit Shanghai, yang baru-baru ini mengalami kenaikan, telah memasuki fase konsolidasi karena investor mengambil keuntungan setelah kenaikan tajam. Meskipun demikian, bank investasi global termasuk UBS telah menaikkan perkiraan pertumbuhan pendapatan perusahaan Tiongkok tahun ini, dan pemulihan ekonomi riil telah membantu menopang pasar.
Investor juga mengamati apakah data penting yang akan dirilis pada 18 Mei, termasuk indeks harga rumah, produksi industri, dan penjualan ritel, akan semakin meningkatkan sentimen terhadap Tiongkok. Kemajuan dalam pembicaraan gencatan senjata di Timur Tengah yang dimediasi oleh kedua negara dapat mengurangi risiko penutupan Selat Hormuz. Hal itu akan mengurangi tekanan biaya bagi produsen dan perusahaan energi dan dapat membantu mendorong reli jangka menengah hingga panjang di pasar saham.(*)
Related News
Rupiah Tertekan, Diprediksi Sentuh Level Rp17.660
Perundingan AS-Iran Macet, Harga Minyak Merangkak Dekati USD106/Barel
USD dan Orang Desa, Ekonom Anggap Presiden Hanya Benar Secara Literal
Kecerdasan Buatan Biang Kerok Lonjakan PHK
Kata Presiden Orang Desa Tak Tersentuh Dolar, Cek Fakta Berbicara!
Produksi Minyak Pertamina Hulu Indonesia Triwulan I, Lampaui Target





