EmitenNews.com—Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Darmawan Junaidi memperkirakan penggunaan teknologi digital membuat biaya operasional bisa diefisiensikan hingga Rp12 triliun pada 2023.

 

"Dengan kita mengedepankan teknologi untuk layanan di kantor cabang secara operasional itu banyak sekali menurunkan operating cost kami. Kira-kira di tahun 2023, dengan digitalisasi, ada sekitar Rp12 triliun," kata Darmawan dalam Konferensi Pers Mandiri Investment Forum (MIF) 2023 di Jakarta, Rabu.

 

Dengan peluncuran aplikasi Livin. dan Kopra, biaya-biaya operasional yang cukup tinggi bisa ditekan menjadi lebih rendah. Di samping itu, kedua aplikasi ini juga menarik nasabah setia untuk menempatkan dana mereka di Bank Mandiri.

 

"Digitalisasi mendorong Bank Mandiri memiliki operational expenditure yang jauh lebih baik. Kalau kita lihat, secara cost of fund kami terus bisa maintain tidak terlalu tinggi," katanya.

 

Ia menyebutkan saat ini, dilihat dari penggunaan layanan tabungan, Livin. by Mandiri yang difokuskan untuk melayani nasabah ritel memiliki 16 juta pengguna aktif bulanan dengan total transaksi tahunan mencapai sekitar Rp2.100 triliun pada 2022.

 

Kebanyakan nasabah menempatkan dana tabungan di Livin. agar dapat digunakan untuk berbagai transaksi.

 

Dengan digitalisasi ini, ia mengatakan volume bisnis Bank Mandiri secara top line terus bertumbuh, salah satunya tampak dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang bertumbuh 15,46 persen secara tahunan pada 2022.