EmitenNews.com - Penerapan batas harga bawah Rp1 dari skema lawas Rp50 per helai berjalan sepekan. Implementasi era Rp1 tersebut ternyata berdampak cukup signifikan. Emiten di bawah naungan MNC Group tidak terkecuali ikut terkena getahnya.

Setidaknya, enam dari sembilan emiten asuhan Hary Tanoesoedibjo beredar di bawah Rp50. Bertambah empat emiten dari sebelum rezim Rp1 hanya dua emiten. Sementara tiga emiten lainnya meski mengalami koreksi masih bertahan di atas Rp50.

Dengan demikian enam emiten MNC Group berada di bawah Rp50 menjadi sebagai berikut. Yaitu, MNC Tourism (KPIG) anjlok 7 poin alias 14 persen menjadi Rp43 dari Rp50. Sejak awal tahun alias year to date (Ytd) susut 72,61 persen atau 114 poin dari edisi 2 Januari 2026 senilai Rp157, dengan market cap Rp4,61 triliun.

Bank MNC (BABP) menukik 22 poin alias 44 persen menjadi Rp28 dari Rp50. Ytd mengalami koreksi 51,72 persen alias 30 poin dari edisi 2 Januari 2026 di Rp58, dan market cap Rp1,23 triliun. MNC Kapital (BCAP) susut 21 poin alias 42 persen menjadi Rp29 dari Rp50. Ytd melorot 50 persen alias 29 poin dari 2 Januari 2026 senilai Rp58, dan market cap Rp1,24 triliun.

MNC Sky Vision (MSKY) terkoreksi 9 poin alias 16,98 persen menjadi Rp44 dari Rp53. Ytd terpangkas 45 persen setara 36 poin dari 2 Januari 2026 di posisi Rp80, dan market cap Rp87,75 miliar. MNC Vision (IPTV) susut 2 poin atau 8,33 persen dari Rp24. Ytd turun 58,49 persen alias 31 poin dari 2 Januari 2026 di kisaran Rp53 dengan market cap Rp928,35 miliar.

Dan, MNC Asia Holding (BHIT) stagnan di level Rp21, longsor 46,15 persen alias 18 poin dari edisi 2 Januari 2026 di Rp39, dan market cap Rp1,73 triliun. Di sisi lain, tiga emiten bertahan di atas Rp50. Yaitu, MNC Digital (MSIN) Rp181, minus 19 poin alias 9,5 persen dari Rp200, ytd turun 56,49 persen alias 235 poin dari 2 Januari 2026 di Rp416, dan market cap Rp10,98 triliun.

Media Nusantara (MNCN) turun 17 poin atau 12,5 persen menjadi Rp119 dari Rp136. Ytd ambles 55,60 persen atau 149 poin dari 2 Januari 2026 di Rp268, dan market cap Rp1,79 triliun. Global Mediacom (BMTR) terkoreksi 9 poin atau 10,46 persen menjadi Rp77 dari Rp86. Ytd anjlok 45,39 persen setara 64 poin dari 2 Januari 2026 di level Rp141 dengan market cap Rp1,28 triliun.

Kawan Jadi Seteru Abadi

Sebelumnya, Hary Tanoe melaporkan Jusuf Hamka kepada aparat kepolisian. Laporan itu, dilakukan Hary Tanoe merespons sejumlah pernyataan pemilik emiten Tol Citra Marga Nusaphala (CMNP) tersebut di ruang publik, dan media sosial. Hary mengaku khawatir terhadap dampak pernyataan itu terhadap perusahaan terbuka, dan pemegang saham publik.

Menarik untuk menunggu laporan Hary Tanoe tersebut ditindaklanjuti polisi. Pasalnya, jamak diketahui, Jusuf Hamka alias Babah Alun secara resmi dilantik Prabowo Subianto menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) bersama sejumlah tokoh di istana kepresidenan pada Jumat, 2 Oktober 2026.