Biayai Proyek, Logisticsplus International (LOPI) Raih Kredit Bank UOB
Ilustrasi PT Logisticsplus International Tbk (LOPI). Dok. LOPI.
EmitenNews.com - Bank UOB meloloskan kredit untuk PT Logisticsplus International Tbk (LOPI). Pemberian fasilitas kredit modal kerja senilai Rp25 miliar tersebut akan digunakan untuk pembiayaan proyek, termasuk proyek baru.
Pemberian fasilitas kredit yang ditandatangani pada 25 September 2025 itu, baru dapat dicairkan setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi, dan efektif dicairkan pada 2 Oktober 2025.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, Senin (6/10/2025), Direktur Utama LOPI, Wahyu Dwi Jatmiko menyebutkan bahwa dana pinjaman akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang sedang berjalan, serta proyek-proyek baru yang akan dikerjakan dalam waktu dekat.
Pinjaman ini merupakan bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat struktur pembiayaan usaha.
"Fasilitas pinjaman ini memberikan tambahan likuiditas bagi Perseroan dalam mendukung kebutuhan pendanaan operasional maupun ekspansi usaha,"katanya.
Perseroan juga menegaskan bahwa tidak terdapat dampak negatif terhadap kondisi keuangan perusahaan dari transaksi ini.
Manajemen menjelaskan bahwa transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi, sesuai dengan ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Perseroan juga telah melaporkan transaksi ini sesuai Pasal 6 dan Pasal 11 dalam peraturan tersebut.
Dengan tambahan fasilitas kredit dari Bank UOB, LOPI optimistis dapat memperkuat daya saing dan kapabilitas dalam menyelesaikan proyek-proyek logistik yang tengah dijalankan, seiring dengan pertumbuhan sektor logistik nasional. ***
Related News
GOTO Pasang Target EBITDA Melesat Hingga 69 Persen di 2026
Pascabencana Aceh, Waskita Karya Fiksasi SPAM Untuk Air Bersih 3000 KK
Dilusi 50 Persen! Rights Issue UANG Incar Dana Ekspansi & Bayar Utang
Pendapatan Bunga BVIC Naik Tipis, Laba Bersih 2025 Sentuh Rp131,74M
HAIS Setujui 30 Persen Laba untuk Dividen, Tebar Rp9,95 per Saham
PGN Targetkan Penyaluran Gas Naik 4 Persen Jadi 877 BBTUD Pada 2026





