BIPI Ungkap Transaksi Anyar
Lapangan gas di Blok Kangean besutan Energi Mega Persada. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) telah meneken Nota Kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) dengan Indogas Kriya Dwiguna (IKD), entitas yang memiliki kesepakatan bersama dengan Kangean Energy Indonesia Ltd, anak usaha Energi Mega Persada (ENRG).
Perjanjian itu diteken sehubungan rencana kerja sama jual beli gas bumi guna mendukung pengembangan infrastruktur energi, dan pemanfaatan gas alam Indonesia. Kerja sama itu, merupakan langkah awal potensi penyaluran gas alam dari IKD kepada Astrindo, melalui entitas anaknya tidak langsung yaitu Para Amartha LNG (PAL), untuk mendukung kegiatan pengolahan gas alam cair (LNG) melalui fasilitas Mini LNG Plant.
Rencana kerja sama itu, mencakup pembahasan sumber pasokan, volume indikatif, kualitas gas, skema penyaluran, dan kajian teknis terhadap fasilitas Mini LNG milik PAL guna memastikan kelayakan operasional dan keberlanjutan pasokan energi. Kerja sama itu, merupakan bagian dari strategi memperkuat portofolio bisnis energi, dan meningkatkan pemanfaatan gas bumi sebagai sumber energi lebih efisien, dan berkelanjutan.
“Penandatanganan MoU tersebut menjadi langkah awal bagi Astrindo dalam memperluas ekosistem bisnis gas dan LNG, sekaligus memperkuat sinergi dengan mitra strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional,” tegas Ray Anthony Gerungan, Direktur Utama Astrindo Nusantara.
Perseroan menegaskan MoU tersebut merupakan kesepahaman awal sebagai kerangka kerja sama yang membuka peluang pembahasan lanjutan, namun menjadi fondasi penting bagi potensi kerja sama jangka panjang sektor gas bumi, dan infrastruktur energi. (*)
Related News
BRI (BBRI) Siapkan Rp879,4 Miliar Untuk Lunasi Obligasi 2024
Perkuat Infrastruktur Digital Nasional, INET Akuisisi THC
ASII Tuntaskan Buyback, Simak Ini Hasilnya
ELSA Tuntaskan Survei Seismik 3D OBN Zulu NorthÂ
Sepanjang 2025, Laba dan Pendapatan PNBN Tumbuh Minimalis
Andalkan BSD City, BSDE Optimistis Raup Prapenjualan Rp10 Triliun





