Bisnis Non-Batu Bara Kian Dominan, TOBA Pangkas Rugi Semester I 2026
:
0
PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA)
EmitenNews.com - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatat perolehan pendapatan konsolidasi relatif stabil di USD173,0 juta pada semester I 2026, meski Perseroan sepenuhnya keluar dari bisnis pembangkit listrik tenaga batu bara dan memangkas perdagangan batu bara sekitar dua pertiga sepanjang tahun
Perseroan juga membukukan laba kotor konsolidasi USD28,2 juta pada semester I 2026, lebih dari dua kali lipat dibandingkan USD13,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut sejalan dengan perubahan komposisi bisnis perseroan, dengan kontribusi pengelolaan limbah dan ekosistem kendaraan listrik kini melampaui bisnis batu bara. Sepanjang enam bulan pertama 2026, bisnis non-batu bara menyumbang 66,5% terhadap pendapatan konsolidasi TOBA. Sementara itu, kontribusi bisnis batu bara tercatat sebesar 31,4%.
Direktur dan Chief Financial Officer TBS Energi Utama, Juli Oktarina mengatakan, perubahan komposisi tersebut menunjukkan pergeseran bauran pendapatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika bisnis batu bara masih menjadi kontributor utama. Kontribusi bisnis non-batu bara juga disebut meningkat dari kuartal I ke kuartal II 2026.
"Dari sisi profitabilitas operasional, segmen pengelolaan limbah menjadi kontributor terbesar dengan menyumbang sekitar 92% EBITDA konsolidasi. Sementara itu, pendapatan dari ekosistem kendaraan listrik hampir tiga kali lipat secara tahunan," ujar Juli dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).
Kinerja tersebut turut diikuti perbaikan arus kas. Arus kas operasi TOBA berbalik positif menjadi US$14,6 juta pada semester I 2026, dari sebelumnya negatif USD31,6 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Di sisi bottom line, perseroan juga mencatat penyusutan rugi bersih lebih dari 83% secara tahunan, dari USD115,34 juta menjadi USD19,42 juta. Perbaikan tersebut salah satunya dipengaruhi tidak berulangnya kerugian dari divestasi anak usaha yang tercatat pada periode sebelumnya.
Sementara itu, posisi keuangan TOBA hingga 30 Juni 2026 menunjukkan kas sebesar USD94,7 juta. Utang bank jangka pendek turun 30,9% secara tahunan, sedangkan total liabilitas jangka pendek berkurang 13,5%.
Perseroan juga melakukan refinancing obligasi Rupiah 2026 melalui PUB II dan PUB III. Langkah tersebut memindahkan sekitar USD27,5 juta kewajiban yang sebelumnya jatuh tempo dalam jangka pendek, sehingga profil jatuh tempo utang menjadi lebih panjang.
Dari sisi leverage, rasio utang bersih terhadap EBITDA tercatat 5,4 kali, membaik dibandingkan posisi 5,6 kali pada akhir 2025. Ia mengatakan perubahan kontribusi pendapatan tersebut menunjukkan meningkatnya peran bisnis non-batu bara dalam portofolio perseroan.
Related News
BEI Pantau Saham Sumber Mas Konstruksi (SMKM), Mari Cek Alasannya
Mulai Karier di Gelael Supermarket, Dalimin Mundur dari Direktur FAST
Tambah Porsi, Mari Cek Saham Bakrie Metal di VKTR Teknologi (VKTR)
Dalam Empat Hari HP Capital In-Out di Saham LUCY, Volumenya Jumbo!
Tuntaskan MTO, AEP Nusantara Holdings Kuasai 99,48 Persen PNGO
Bakrie Metal Borong 3 Miliar Saham VKTR, Kepemilikan Tembus 21,06%





