EmitenNews.com - Emiten Grup Maspion, PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS) masuk dalam jajaran 10 besar saham dengan konsentrasi kepemilikan tertinggi (High Shareholding Concentration/HSC). BMAS bertengger di posisi ke-10 dengan porsi 99,91%, sejajar dengan MPRO, DCII, BBSI, hingga SOHO.

Tingginya konsentrasi kepemilikan tersebut kembali menyoroti sisi fundamental perseroan. Di tengah statusnya sebagai saham HSC, kinerja keuangan BMAS menunjukkan tekanan.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, BMAS mencatatkan penurunan laba bersih yang cukup dalam.

Laba bersih tahun berjalan tergerus 74,48% YoY menjadi hanya Rp6,39 miliar, dari Rp25,03 miliar pada Semester I-2025. Alhasil, laba per saham dasar pun ikut turun menjadi Rp0,35 per lembar.

Tekanan laba dipicu membengkaknya beban. Meskipun pendapatan bunga bersih hanya turun tipis 1,07% YoY menjadi Rp338,63 miliar dan pendapatan operasional non-bunga melesat 717,14% YoY menjadi Rp306,95 miliar, total beban operasional lainnya justru membengkak 81,29% YoY menjadi Rp634,60 miliar.

Pembengkakan terutama disumbang dari beban umum dan administrasi yang melonjak 169,90% YoY menjadi Rp395,45 miliar, serta kenaikan penyisihan kerugian penurunan nilai (CKPN) sebesar 68,58% YoY menjadi Rp88,72 miliar. Akibatnya, laba operasional terpangkas 63,15% YoY tersisa Rp10,99 miliar.

Dari sisi neraca, total aset BMAS justru tumbuh 18,65% YTD menjadi Rp26,60 triliun. Penyaluran kredit bersih ekspansif naik 11,15% YTD menjadi Rp18,92 triliun. Total ekuitas terjaga stabil di level Rp6,50 triliun.

Adapun 10 Besar Saham HSC yakni sebagai berikut;

1. PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) - 99,99%

2. PT DCI Indonesia Tbk (DCII) - 99,96%