EmitenNews.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat ratusan gempa susulan setelah gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). BNPB juga melaporkan korban tewas mencapai 53 jiwa, dan 135 orang mengalami luka.

Dalam konferensi pers virtual, Minggu (16/8/2026), Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, dari BMKG mencatat untuk gempa susulan hingga 16 Agustus pukul 15.00 WIB, totalnya berjumlah 995 kali. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat. 

Menurut Abdul Muhari, gempa susulan merupakan fenomena alam yang terjadi setelah gempa utama. Aktivitas tersebut berkaitan dengan proses struktur patahan untuk kembali mencapai kondisi stabil. "Kita harapkan energi yang lepas bisa segera menurun sehingga gempa susulan tidak lagi signifikan dan tidak lagi dirasakan masyarakat."

BNPB  mengimbau masyarakat yang ada di lingkungan pengungsian untuk melakukan pengecekan kondisi rumah masing-masing. Warga diminta melihat apakah ada kerusakan struktur atau kerusakan sudut-sudut rumah untuk kemudian dilaporkan dan didata pemerintah. 

"Segera laporkan pada aparat RT terdekat, RW, atau aparat desa, atau ke kantor BPBD setempat. Ini akan menjadi data awal kami nantinya untuk bisa melakukan rekapitulasi dari rumah rusak yang akan kita verifikasi secara teknis nantinya," ucapnya. 

"Untuk pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia per sore hari ini, total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia," ucap Abdul dalam konferensi pers virtual, Minggu (16/8/2026). Baca juga: Posko Gempa NTT Dibentuk, Bantuan Akan Dikonsolidasikan di Halim Korban meninggal terbanyak di Kabupaten Manggarai ada 25 jiwa, Manggarai Timur ada 20 jiwa. Lainnya, Sikka ada 4 jiwa, dan Ende ada 2 jiwa. Lalu, masing-masing 1 korban meninggal di Kabupaten Manggarai Barat, dan Nagekeo.

"Sekali lagi atas nama pemerintah kita mendoakan yang terbaik untuk para korban dan simpati yang mendalam pada keluarga yang ditinggalkan," ucap Abdul Muhari.

Prediksi BMKG Gempa Susulan NTT Meluruh dalam 3 Pekan

BMKG menyatakan bahwa tren rekaman gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) belum mengalami peluruhan yang signifikan pascagempa utama pada Sabtu (15/8/2026) pagi. BMKG mencatat, hingga Minggu (16/8/2026) pukul 02.00 Wita, gempa bumi susulan mencapai 611 kali. 

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa berdasarkan histori dan karakteristik wilayah tersebut, proses stabilisasi sesar membutuhkan interval waktu tertentu sebelum aktivitas seismik benar-benar kembali normal.